5BERITA.COM, Mojokerto – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga (UNAIR) melalui Kementerian Sosial dan Lingkungan kembali melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat dalam rangkaian Langkah Lestari 3.0. Kegiatan bertajuk “Mewujudkan Lingkungan Asri Melalui Vertical Garden“ ini diselenggarakan di MTs The Noor, Desa Bendunganjati, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pada Rabu (9/6/2026).
Melalui pendekatan yang kreatif dan partisipatif, kegiatan ini bertujuan menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengajak siswa untuk memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai estetika.
Pendidikan lingkungan hidup sejak dini memiliki peran yang sangat krusial dalam membentuk generasi muda yang peduli terhadap kelestarian alam. Sekolah dan pondok pesantren sebagai institusi tempat para pelajar belajar dan berkembang idealnya menjadi ruang yang asri, sejuk, dan hijau guna mendukung terciptanya suasana belajar yang nyaman. Namun, keterbatasan lahan sering kali menjadi tantangan dalam upaya penghijauan secara konvensional.
Fenomena tersebut melatarbelakangi perlunya solusi inovatif yang tidak hanya mampu menghadirkan ruang hijau pada area terbatas, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang aplikatif mengenai pengelolaan lingkungan. Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah vertical garden, yaitu teknik bercocok tanam dengan memanfaatkan bidang atau struktur vertikal sebagai media penanaman. Melalui metode ini, ruang-ruang kosong dapat disulap menjadi area hijau yang menyegarkan sekaligus memiliki nilai edukatif.
Lebih dari itu, konsep vertical garden juga dapat dipadukan dengan prinsip upcycling, yakni pemanfaatan kembali limbah plastik menjadi barang yang memiliki fungsi baru. Dengan mengenalkan metode ini kepada siswa, mereka tidak hanya diajak untuk menanam, tetapi juga memahami pentingnya mendaur ulang sampah sebagai salah satu upaya sederhana dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Belajar Menjaga Lingkungan melalui Kegiatan Kreatif
Kegiatan ini merupakan salah satu mata acara dari Langkah Lestari yang menerima dukungan pendanaan dari UNAIR SUSTAINACTION 2026 dan dirancang untuk memberikan edukasi lingkungan secara interaktif kepada para siswa mengenai konsep, manfaat, serta tata cara pembuatan vertical garden sebagai solusi penghijauan di lahan terbatas. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mengasah kreativitas dan keterampilan motorik siswa melalui pemanfaatan barang bekas menjadi media tanam yang menarik dan bernilai guna.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan pengenalan konsep vertical garden. Para peserta kemudian diajak untuk mempraktikkan secara langsung proses pembuatan taman vertikal menggunakan botol plastik bekas sebagai pot tanaman.
Didampingi oleh panitia, para siswa menyalurkan kreativitas mereka dengan melukis botol plastik menggunakan berbagai warna cat akrilik yang menarik. Botol-botol tersebut kemudian dialihfungsikan menjadi pot gantung yang ditanami berbagai jenis tanaman kecil. Setelah proses penanaman selesai, siswa juga belajar mengenai tahapan dasar perawatan tanaman, mulai dari pemberian pupuk hingga penyiraman pertama.
Seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan pemasangan instalasi vertical garden pada rak gantung di area sekolah. Para peserta turut terlibat dalam aksi gotong royong membersihkan sisa material kegiatan sebelum menutup acara dengan sesi dokumentasi bersama pihak sekolah.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapatkan respons positif dari pihak sekolah maupun para siswa. Dukungan penuh diberikan oleh Ibu Viroh selaku Pengurus MTs The Noor, yang turut memfasilitasi pelaksanaan kegiatan sehingga seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan baik.
Para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan. Tidak hanya mendengarkan materi, mereka juga aktif berpartisipasi dalam proses menghias pot, menanam bibit, hingga menyusun instalasi vertical garden bersama para siswa. Pendekatan pembelajaran yang menggabungkan edukasi dan praktik langsung menjadikan kegiatan ini lebih menyenangkan serta mudah dipahami oleh peserta.
Dampak Kegiatan dan Dukungan terhadap SDGs
Kegiatan ini memberikan dampak positif, baik dari sisi edukatif maupun lingkungan sekolah. Meningkatnya kesadaran lingkungan (environmental awareness) menjadi salah satu hasil nyata yang terlihat setelah pelaksanaan program. Para siswa memperoleh pemahaman baru bahwa sampah plastik tidak selalu berakhir sebagai limbah, tetapi dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat.
Secara visual, kehadiran vertical garden berhasil mengubah area sekolah menjadi lebih hijau, asri, dan estetik. Lingkungan belajar yang lebih nyaman diharapkan dapat mendukung terciptanya suasana sekolah yang positif bagi seluruh warga sekolah.
Selain itu, keterlibatan langsung siswa dalam proses pembuatan vertical garden juga memberikan pengalaman yang berkesan. Mereka merasakan kebahagiaan karena dapat berkontribusi dalam mempercantik lingkungan sekolahnya sendiri. Pengalaman tersebut secara tidak langsung menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) serta mendorong munculnya tanggung jawab untuk merawat dan menjaga tanaman yang telah mereka tanam bersama.
Sebagai bagian dari implementasi semangat pengabdian masyarakat, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan pendidikan lingkungan yang aplikatif dan bermakna. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang kreatif, peduli terhadap lingkungan, serta memiliki kesadaran untuk menerapkan gaya hidup yang lebih berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis: Asha Lughany









