Dampak Negatif Penggunaan QRIS terhadap Pedagang Kecil di Era Digital

Dampak Negatif Penggunaan QRIS terhadap Pedagang Kecil di Era Digital
Pembayaran melalui QR. Dok. Unsplash
Firman Setiawan

Penulis: Ahmad Fahri Al Ansor, Lulu Ainun Rosefha, Luthfiah Oktaviani, M Gilang Alfajri, Rabi Khuzaimah, Sahfil Kahfi, Syabila Desiana Asti

Mahasiswa Universitas Pamulang, Banten Tangerang

ABSTRAK
Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi sistem pembayaran di Indonesia melalui penerapan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Penggunaan QRIS memberikan berbagai manfaat bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), seperti kemudahan, kecepatan, dan efisiensi dalam bertransaksi. Namun, di balik berbagai keuntungan tersebut, masih terdapat sejumlah dampak negatif yang dirasakan oleh pedagang kecil, antara lain keterbatasan literasi digital, ketergantungan pada koneksi internet, biaya layanan (Merchant Discount Rate), risiko gangguan sistem, serta potensi penyalahgunaan dan keamanan data. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak negatif penggunaan QRIS bagi pedagang kecil di Indonesia serta mengidentifikasi berbagai tantangan dalam implementasinya. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis berbagai jurnal ilmiah yang membahas implementasi QRIS pada UMKM di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun QRIS mampu meningkatkan efisiensi transaksi dan mendukung digitalisasi UMKM, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala yang dapat memengaruhi keberlangsungan usaha pedagang kecil. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi digital, penguatan keamanan sistem, pemerataan infrastruktur, serta kebijakan yang mampu mendukung penggunaan QRIS secara lebih inklusif agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh pelaku UMKM.

Bacaan Lainnya

Kata kunci: QRIS, pedagang kecil, UMKM, pembayaran digital, dampak negatif, studi literatur.

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk sistem pembayaran. Masyarakat kini semakin terbiasa menggunakan pembayaran non-tunai melalui berbagai platform digital karena dinilai lebih praktis, cepat, dan efisien. Salah satu inovasi yang dikembangkan di Indonesia adalah Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), yaitu standar pembayaran nasional berbasis kode QR yang diterbitkan oleh Bank Indonesia untuk menyatukan berbagai layanan pembayaran digital dalam satu sistem. QRIS diharapkan mampu meningkatkan efisiensi transaksi, memperluas inklusi keuangan, serta mempercepat digitalisasi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Meskipun memberikan berbagai manfaat, implementasi QRIS belum sepenuhnya berjalan tanpa hambatan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa masih banyak pedagang kecil yang mengalami kesulitan dalam mengadopsi teknologi tersebut. Hambatan yang sering ditemukan meliputi rendahnya literasi digital, keterbatasan akses internet, persepsi terhadap biaya Merchant Discount Rate (MDR), serta kekhawatiran terhadap keamanan transaksi digital. Selain itu, ketergantungan pada teknologi menyebabkan transaksi menjadi terhambat ketika terjadi gangguan jaringan atau sistem pembayaran. Pedagang kecil merupakan kelompok usaha yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia, namun juga menjadi kelompok yang paling rentan menghadapi perubahan teknologi. Oleh karena itu, kajian mengenai dampak negatif penggunaan QRIS menjadi penting agar implementasi pembayaran digital dapat berlangsung secara lebih efektif dan memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh pelaku UMKM.

  • Rumusan Masalah
  1. Bagaimana perkembangan penggunaan QRIS pada pedagang kecil di Indonesia?
  2. Apa saja dampak negatif penggunaan QRIS bagi pedagang kecil?
  3. Bagaimana upaya mengatasi dampak negatif penggunaan QRIS bagi pedagang kecil?
  • Tujuan Penulisan
  1. Menganalisis perkembangan penggunaan QRIS pada pedagang kecil di Indonesia.
  2. Mengidentifikasi dampak negatif penggunaan QRIS berdasarkan berbagai penelitian.
  3. Menjelaskan upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negatif penggunaan QRIS.

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep QRIS

Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) merupakan standar kode QR nasional yang dikembangkan oleh Bank Indonesia untuk mengintegrasikan berbagai penyedia jasa pembayaran dalam satu sistem. QRIS bertujuan meningkatkan interoperabilitas sistem pembayaran, mempercepat digitalisasi transaksi, serta memperluas inklusi keuangan masyarakat. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa QRIS mampu meningkatkan efisiensi transaksi dan mempermudah pengelolaan keuangan bagi pelaku UMKM

2.2 Pedagang Kecil dan Transformasi Digital

Pedagang kecil merupakan bagian dari UMKM yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Transformasi digital mendorong pedagang kecil untuk mulai menggunakan teknologi dalam menjalankan usahanya, termasuk sistem pembayaran digital. Namun, keberhasilan transformasi digital dipengaruhi oleh tingkat literasi digital, kemudahan penggunaan teknologi, persepsi manfaat, serta dukungan infrastruktur.

METODELOGI

3.1 Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode studi literatur (literature review). Metode ini dilakukan dengan mengumpulkan, menelaah, dan menganalisis berbagai hasil penelitian yang telah dipublikasikan mengenai penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Studi literatur dipilih karena mampu memberikan gambaran yang komprehensif mengenai dampak negatif penggunaan QRIS berdasarkan temuan dari berbagai penelitian sebelumnya.

3.2 Sumber Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang berasal dari jurnal-jurnal ilmiah nasional yang membahas implementasi QRIS pada UMKM di Indonesia. Jurnal yang dijadikan referensi dipublikasikan pada rentang tahun 2022–2026 agar informasi yang diperoleh sesuai dengan perkembangan teknologi pembayaran digital saat ini.

3.3 Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran literatur menggunakan basis data ilmiah, seperti Google Scholar dan berbagai portal jurnal nasional. Artikel yang dipilih disesuaikan dengan topik penelitian, yaitu yang membahas penggunaan QRIS, digitalisasi UMKM, faktor penghambat adopsi QRIS, serta dampak penggunaan QRIS bagi pedagang kecil di Indonesia.

3.4 Teknik Analisis Data

Data dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Seluruh jurnal yang telah dipilih dibaca, diklasifikasikan berdasarkan tema pembahasan, kemudian dibandingkan untuk menemukan persamaan maupun perbedaan hasil penelitian. Selanjutnya, hasil analisis disusun secara sistematis untuk menjelaskan berbagai dampak negatif penggunaan QRIS terhadap pedagang kecil di Indonesia serta upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasinya.

PEMBAHASAN

4.1 Perkembangan Penggunaan QRIS di Indonesia

Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan dalam sistem pembayaran di Indonesia, dari transaksi tunai menuju transaksi non-tunai. Salah satu inovasi yang dikembangkan oleh Bank Indonesia adalah Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), yaitu standar kode QR nasional yang memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran menggunakan berbagai aplikasi pembayaran hanya dengan satu kode QR. Kehadiran QRIS bertujuan untuk menciptakan sistem pembayaran yang lebih efisien, aman, dan terintegrasi sehingga dapat mendukung percepatan digitalisasi ekonomi, khususnya pada sektor UMKM (Cahyaning & Puspawati, 2024).

Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan oleh Cahyaning dan Puspawati (2024), penggunaan QRIS memberikan berbagai manfaat bagi pelaku UMKM, seperti mempermudah proses transaksi, mempercepat pembayaran, serta membantu pencatatan keuangan secara lebih sistematis. Temuan tersebut diperkuat oleh Ali dan Sendjaja (2025) yang menyatakan bahwa QRIS menjadi salah satu inovasi pembayaran digital yang mampu meningkatkan efisiensi operasional usaha sekaligus mendukung transformasi digital UMKM di Indonesia.

Meskipun demikian, peningkatan penggunaan QRIS tidak selalu diikuti dengan kesiapan seluruh pelaku usaha. Syaharin dan Agustianto (2025) menjelaskan bahwa proses adopsi QRIS masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kemampuan menggunakan teknologi, ketersediaan infrastruktur digital, serta tingkat literasi digital pelaku UMKM. Oleh karena itu, keberhasilan implementasi QRIS tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada kesiapan pengguna dalam memanfaatkan teknologi tersebut.

4.2 Dampak Negatif Penggunaan QRIS terhadap Pedagang Kecil

4.2.1 Rendahnya Literasi Digital

Hasil beberapa penelitian menunjukkan bahwa rendahnya literasi digital masih menjadi salah satu kendala utama dalam penerapan QRIS pada pedagang kecil. Syaharin dan Agustianto (2025) menjelaskan bahwa masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami penggunaan aplikasi pembayaran digital secara optimal sehingga mengalami kesulitan dalam mengoperasikan QRIS. Kondisi tersebut menyebabkan proses adaptasi terhadap sistem pembayaran digital berjalan lebih lambat dibandingkan pelaku usaha yang telah terbiasa menggunakan teknologi.

Temuan serupa juga disampaikan oleh Pangestika dkk. (2025) yang menyatakan bahwa tingkat pemahaman terhadap teknologi berpengaruh terhadap penerimaan QRIS. Semakin tinggi literasi digital yang dimiliki pelaku usaha, maka semakin mudah pula mereka memanfaatkan QRIS dalam kegiatan usahanya. Sebaliknya, keterbatasan pengetahuan mengenai teknologi menjadi salah satu penyebab masih rendahnya penggunaan QRIS pada sebagian pedagang kecil.

4.2.2 Ketergantungan terhadap Jaringan Internet

Selain faktor kemampuan pengguna, penggunaan QRIS juga sangat bergantung pada koneksi internet yang stabil. Ali dan Sendjaja (2025) menjelaskan bahwa transaksi menggunakan QRIS tidak dapat berjalan dengan baik apabila terjadi gangguan jaringan. Kondisi tersebut menyebabkan proses pembayaran menjadi lebih lambat bahkan berpotensi gagal dilakukan.

Gangguan jaringan tidak hanya berdampak pada pedagang, tetapi juga memengaruhi kenyamanan pelanggan ketika melakukan transaksi. Oleh karena itu, pemerataan kualitas infrastruktur digital masih menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan agar implementasi QRIS dapat berjalan secara optimal (Ali & Sendjaja, 2025).

4.2.3 Biaya Merchant Discount Rate (MDR)

Selain kendala teknis, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa biaya Merchant Discount Rate (MDR) masih menjadi perhatian bagi sebagian pelaku UMKM. Alfiana dkk. (2025) menjelaskan bahwa meskipun biaya MDR relatif kecil, sebagian pedagang tetap menganggap adanya potongan transaksi dapat mengurangi keuntungan usaha, terutama bagi usaha dengan margin laba yang rendah.

Sisi lain, Cahyaning dan Puspawati (2024) menjelaskan bahwa biaya tersebut perlu dipandang sebagai bagian dari layanan pembayaran digital yang memberikan manfaat berupa kemudahan transaksi, keamanan, dan pencatatan keuangan yang lebih baik. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi terhadap biaya MDR masih berbeda di kalangan pelaku usaha.

4.2.4 Risiko Keamanan Transaksi

Penggunaan QRIS juga tidak terlepas dari berbagai risiko keamanan transaksi digital. Pangestika dkk. (2025) menjelaskan bahwa meningkatnya transaksi digital dapat diikuti oleh berbagai bentuk kejahatan siber, seperti pemalsuan kode QR, pencurian data, maupun penipuan digital. Oleh karena itu, pengguna perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai keamanan transaksi agar dapat menghindari berbagai risiko tersebut.

Syaharin dan Agustianto (2025) juga menegaskan bahwa rendahnya literasi digital menyebabkan sebagian pelaku UMKM masih rentan menjadi korban penyalahgunaan teknologi pembayaran digital. Dengan demikian, edukasi mengenai keamanan transaksi menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung penggunaan QRIS.

4.2.5 Gangguan Sistem Pembayaran

Gangguan sistem pembayaran juga menjadi salah satu kendala yang masih ditemukan dalam penggunaan QRIS. Ali dan Sendjaja (2025) menjelaskan bahwa gangguan pada server maupun aplikasi pembayaran dapat menyebabkan transaksi mengalami keterlambatan atau gagal diproses. Kondisi tersebut dapat menghambat aktivitas penjualan dan memengaruhi kepercayaan pelanggan terhadap pembayaran digital.

Berdasarkan hasil beberapa penelitian, kualitas sistem pembayaran dan infrastruktur digital menjadi faktor yang perlu terus ditingkatkan agar penggunaan QRIS dapat memberikan manfaat secara maksimal bagi pedagang kecil di Indonesia (Cahyaning & Puspawati, 2024; Ali & Sendjaja, 2025).

4.3 Upaya Mengatasi Dampak Negatif Penggunaan QRIS

Berdasarkan hasil studi literatur, terdapat beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi berbagai kendala dalam penggunaan QRIS. Syaharin dan Agustianto (2025) menyarankan pentingnya peningkatan literasi digital melalui pelatihan dan sosialisasi kepada pelaku UMKM agar mereka lebih memahami penggunaan teknologi pembayaran digital. Selain itu, Ali dan Sendjaja (2025) menekankan perlunya pemerataan akses internet sebagai pendukung utama keberhasilan implementasi QRIS.

Samping itu, Pangestika dkk. (2025) menjelaskan bahwa peningkatan keamanan sistem pembayaran dan edukasi mengenai risiko penipuan digital juga perlu terus dilakukan. Dengan adanya kerja sama antara pemerintah, Bank Indonesia, penyedia layanan pembayaran, dan pelaku UMKM, implementasi QRIS diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih optimal serta meminimalkan berbagai kendala yang masih dihadapi oleh pedagang kecil di Indonesia.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil studi literatur mengenai penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada pedagang kecil di Indonesia, dapat disimpulkan bahwa QRIS merupakan inovasi pembayaran digital yang memberikan dampak positif dalam meningkatkan efisiensi transaksi, mempermudah proses pembayaran, serta membantu pencatatan keuangan pelaku UMKM secara lebih tertata. Namun, implementasinya masih menghadapi beberapa kendala seperti rendahnya literasi digital, ketergantungan terhadap jaringan internet, biaya Merchant Discount Rate (MDR), risiko keamanan transaksi, serta gangguan sistem pembayaran. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan adopsi QRIS tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga kesiapan pengguna dan infrastruktur pendukung. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan seperti peningkatan literasi digital, pemerataan akses internet, serta penguatan sistem keamanan agar QRIS dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pedagang kecil di Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

  • Alfiana, A., et al. (2025). Analisis penerimaan QRIS di kalangan UMKM. Jurnal Lentera Bisnis. https://ejournal.sisfokomtek.org/index.php/jumin/article/view/8194
  • Ali, M. F., & Sendjaja, T. (2025). Penggunaan QRIS sebagai inovasi transaksi digital: Literature review. QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia. https://jurnalistiqomah.org/index.php/wanargi/article/view/5516
  • Bank Indonesia. (2023). Laporan perkembangan sistem pembayaran Indonesia. https://www.bi.go.id/id/publikasi/laporan/Pages/Laporan-Sistem-Pembayaran.aspx
  • Cahyaning, E. K., & Puspawati, R. A. (2024). Systematic literature review: Efektivitas penggunaan QRIS sebagai alat transaksi. Ratio: Reviu Akuntansi Kontemporer Indonesia. https://jmrbi.stiembi.ac.id/index.php/lppm/article/view/160
  • Marshella, A., & Burhan, A. (2025). Penggunaan QRIS pada UMKM: Tinjauan kajian literasi, layanan, dan preferensi pengguna. Jambura Economic Education Journal. https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/jej/article/view/32252
  • Rahardjo, W. S. (2025). Analisis manfaat dan kendala adopsi QRIS pada UMKM: Temuan survei lapangan. Journal of Economics and Business UBS. https://jurnal.ubs-usg.ac.id/index.php/joeb/article/view/2933
  • Setiawan, N. P., & Tambun, S. (2025). Influence of digital security, digital literacy, and financial literacy on QRIS usage intention. PEARL Journal. https://jurnal.ubd.ac.id/index.php/pearl/article/view/4202
  • Sinulingga, G. (2025). QRIS dan UMKM Indonesia: Implementasi, tantangan, dan peluang menuju inklusi digital ASEAN. Jurnal Manajemen Riset Bisnis Indonesia. https://jmrbi.stiembi.ac.id/index.php/lppm/article/view/160
  • Syaharin, A. R., & Agustianto, M. A. (2025). Analisis faktor penghambat adopsi QRIS di Indonesia. JIMEA. https://ejournal.almaata.ac.id/index.php/IJMA/article/view/4437

Editor: Nur Ardi, Tim 5Berita.com

Pos terkait