Mahasiswa UNAIR Tingkatkan Pengetahuan Remaja melalui Sosialisasi Sex Education di MA Sabilul Muttaqin Lewat Program Langkah Lestari 3.0

Mahasiswa UNAIR Tingkatkan Pengetahuan Remaja melalui Sosialisasi Sex Education di MA Sabilul Muttaqin Lewat Program Langkah Lestari 3.0
Mahasiswa Berinteraksi Dengan Peserta (Foto: Dok. Tim)

5BERITA.COM, Mojokerto – Kementerian Sosial dan Lingkungan BEM FISIP Universitas Airlangga (UNAIR) bekerja sama dengan Kementerian Pergerakan & Kesetaraan Gender (KPKG) BEM FISIP UNAIR melalui program Langkah Lestari 3.0 menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Sex Education bagi siswa dan siswi kelas 10 dan 11 di MA Sabilul Muttaqin Bendunganjati, Mojokerto pada Selasa, 9 Juni 2026. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi, kesadaran terhadap isu kekerasan seksual, serta perlindungan diri pada remaja.

Program Langkah Lestari 3.0 merupakan program yang memperoleh dukungan pendanaan dari UNAIRSUSTAINACTION 2026 yang diselenggarakan oleh SDGs center UNAIR, sehingga pelaksanaannya turut menjadi bagian dari kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 5 (Kesetaraan Gender).

Bacaan Lainnya

Meningkatkan Pemahaman Remaja melalui Edukasi Sex Education

Masa remaja merupakan salah satu fase perkembangan yang penting karena pada tahap ini individu mengalami perubahan yang signifikan, baik secara fisik, emosional, maupun sosial. Seiring meningkatnya rasa ingin tahu remaja terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk kesehatan reproduksi dan relasi sosial, kebutuhan akan informasi yang tepat menjadi semakin penting.

Namun, pada kenyataannya pendidikan seks masih sering dianggap sebagai topik yang sensitif sehingga belum banyak dibahas secara terbuka. Kondisi tersebut dapat menyebabkan minimnya pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi, batasan diri, hingga berbagai bentuk kekerasan seksual yang dapat terjadi di lingkungan sekitar maupun media sosial.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya sex education sebagai bagian dari kesehatan dan perlindungan diri remaja, termasuk pengenalan area privasi tubuh, cara menjaga kebersihan dan kesehatan alat reproduksi dengan benar, serta edukasi mengenai berbagai bentuk kekerasan seksual, khususnya kekerasan seksual verbal yang saat ini masih sering dianggap sebagai hal biasa.

Edukasi Interaktif dan Forum Group Discussion

Kegiatan dikemas secara interaktif agar materi dapat diterima dengan lebih mudah oleh peserta. Selain sesi pemaparan materi, peserta juga diajak mengikuti Forum Group Discussion (FGD) untuk mendiskusikan berbagai situasi yang mungkin ditemui dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana cara menyikapinya secara tepat. Dalam sesi tersebut, siswa diajak memahami bahwa bentuk pelecehan seksual tidak selalu berbentuk fisik, tetapi juga dapat berupa komentar mengenai tubuh, siulan, candaan bernuansa seksual, maupun pelecehan melalui media digital.

Melalui diskusi yang dilakukan, peserta diberikan ruang untuk bertanya, menyampaikan pendapat, dan membangun pemahaman bersama mengenai pentingnya menjaga diri serta menghormati orang lain. Tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, peserta juga mendapatkan pemahaman praktis mengenai penerapan perilaku hidup bersih dan sehat yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi dalam kehidupan sehari-hari.

Antusiasme Peserta dan Dampak Keberlanjutan Program

Mahasiswa UNAIR Tingkatkan Pengetahuan Remaja melalui Sosialisasi Sex Education di MA Sabilul Muttaqin Lewat Program Langkah Lestari 3.0
Peserta Berdiskusi Dengan Pemateri (Foto: Dok. Tim)

Kegiatan berlangsung dengan sangat baik dan mendapat sambutan positif dari pihak sekolah maupun peserta. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari penyampaian materi mengenai area privasi tubuh hingga pembahasan mengenai cara menjaga kesehatan reproduksi secara tepat.

Bu Viroh selaku narahubung MA Sabilul Muttaqin Bendunganjati menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh Kementerian Sosial dan Lingkungan bersama Kementerian Pergerakan Kesetaraan Gender BEM FISIP UNAIR. Menurut beliau, kegiatan yang dipadukan dengan diskusi dan praktik secara langsung mampu membantu siswa memahami isu kesehatan reproduksi dan perlindungan diri dengan lebih baik.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya sex education, mampu menjaga kesehatan reproduksi dengan tepat, serta lebih sadar dan berani mengenali berbagai bentuk kekerasan seksual di lingkungan sekitar.

Sebagai program yang didukung oleh UNAIRSUSTAINACTION 2026, Langkah Lestari 3.0 diharapkan dapat menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam menghadirkan edukasi yang relevan bagi masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi mahasiswa dalam mendukung tercapainya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 5 (Kesetaraan Gender).

Editor: Nur Ardi, Tim 5Berita.com

Pos terkait