5BERITA.COM, Mojokerto – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga (UNAIR) melalui Kementerian Sosial dan Lingkungan kembali melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat dalam rangkaian Langkah Lestari 3.0. Kegiatan yang berfokus pada pendampingan pelayanan kesehatan dan edukasi pencegahan stunting ini diselenggarakan di Posyandu Mawar, Dusun Karangsari, Mojokerto, pada Selasa (9/6/2026).
Kegiatan ini merupakan salah satu mata acara dari Langkah Lestari yang mendapatkan pendanaan dari UNAIR SUSTAINACTION 2026. Implementasi program Langkah Lestari 3.0 yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan melalui deteksi dini kondisi kesehatan serta upaya pencegahan stunting. Program ini menyasar berbagai kelompok usia, mulai dari balita, ibu-ibu, remaja, hingga lansia di Dusun Karangsari. Melalui kolaborasi dengan kader posyandu dan tenaga kesehatan setempat, kegiatan diharapkan mampu memperkuat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat sekaligus meningkatkan literasi kesehatan di lingkungan sekitar.
Pentingnya Pencegahan Stunting Melalui Posyandu
Stunting masih menjadi salah satu permasalahan gizi pada balita yang dapat berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Pemantauan tumbuh kembang balita secara rutin melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan menjadi langkah penting untuk mendeteksi risiko stunting sejak dini. Oleh karena itu, posyandu memiliki peran strategis sebagai sarana pelayanan kesehatan masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting.
Berdasarkan hasil diskusi dengan kader posyandu, masih ditemukan kurangnya pemahaman masyarakat, khususnya remaja, mengenai pentingnya gizi seimbang dan pencegahan stunting. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa edukasi tentang stunting perlu diberikan secara berkelanjutan kepada seluruh lapisan masyarakat agar upaya pencegahan stunting pada balita dapat dilakukan secara optimal.
Pendampingan Pelayanan Kesehatan dan Edukasi Gizi
Rangkaian kegiatan diawali dengan pendampingan pelayanan posyandu yang meliputi penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan balita sebagai bagian dari pemantauan tumbuh kembang anak. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan rutin, seperti pengecekan kadar asam urat serta konsultasi terkait kondisi kesehatan yang dialami peserta.
Kegiatan ini tidak hanya menyasar balita dan ibu-ibu, tetapi juga memberikan perhatian kepada kelompok lansia yang memanfaatkan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan tersebut turut membantu kader posyandu dan tenaga kesehatan dalam pelaksanaan pelayanan sehingga proses pemeriksaan dapat berjalan lebih efektif.
Dalam kesempatan tersebut, kader posyandu juga memberikan sosialisasi kepada mahasiswa sebagai agen perubahan agar lebih peduli terhadap kesehatan remaja, khususnya remaja perempuan. Edukasi tersebut menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan nutrisi sejak masa remaja hingga kehamilan guna mendukung pertumbuhan janin secara optimal serta mencegah terjadinya stunting pada generasi berikutnya.
Antusiasme Peserta dan Dampak Kegiatan
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Para ibu yang membawa balita untuk pemeriksaan rutin di posyandu turut memanfaatkan layanan cek kesehatan yang tersedia. Di sisi lain, banyak lansia yang menunjukkan antusiasme tinggi untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan, khususnya pengecekan asam urat.
Para peserta mengaku terbantu dengan adanya layanan kesehatan rutin tanpa biaya yang disertai dengan program pemberian makanan tambahan. Kader posyandu pun menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi yang terjalin karena dinilai mampu membantu pelaksanaan pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Sosial dan Lingkungan BEM FISIP UNAIR berharap masyarakat dapat semakin memahami pentingnya pencegahan stunting, pemantauan kesehatan secara berkala, serta pemenuhan gizi yang seimbang pada setiap tahapan kehidupan. Upaya promotif dan preventif yang dilakukan melalui posyandu diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Kepala Dusun Karangsari Ibu Yanti, Bidan Puskesmas Pandan Bdn. Rany Juliastuti, SST., M.Kes., serta jajaran Puskesmas setempat. Kolaborasi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan masyarakat menjadi wujud nyata sinergi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Sebagai implementasi semangat pengabdian masyarakat, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Melalui penguatan edukasi kesehatan dan peningkatan akses pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat, diharapkan terwujud kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh lapisan masyarakat Dusun Karangsari.









