5BERITA.COM — Di tengah semakin rumitnya gaya hidup sehari-hari, peran seorang ibu dalam keluarga kini tidak hanya terbatas pada urusan rumah tangga saja. Sekarang, ibu juga menjadi pengelola uang yang menentukan kestabilan ekonomi keluarga. Analogi “menteri keuangan” bukan hanya sekadar perumpamaan, tetapi mencerminkan dengan jelas tanggung jawab besar yang dipikul oleh perempuan di tengah perkembangan era digital.

Peran ibu sebagai pengatur uang keluarga semakin penting di masa kini, karena selain mengatur pengeluaran dengan baik, ibu juga bertanggung jawab mengelola keuangan secara berkelanjutan dengan mempergunakan perencanaan dan teknologi.
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak ibu sudah menerapkan cara mengatur uang yang teratur. Contohnya, pengelompokan anggaran bulanan ke dalam beberapa kategori seperti kebutuhan pokok, cicilan, dan tabungan. Strategi ini terbukti efektif dalam mencegah kebocoran anggaran. Pendekatan penelitian memastikan kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang tetap terpenuhi.

Penggunaan teknologi juga memperkuat peran ini. Aplikasi perbankan digital seperti Bank Jago yang memiliki fitur “kantong” membuat pengurusan keuangan lebih mudah, terpisah, dan jelas. Metode ini adalah versi terbaru dari konsep lama seperti cash stuffing, namun lebih mudah digunakan dan lebih terjamin keamanannya.
Menurut Mike Rini, mengelola uang keluarga tidak hanya tentang mencatat belanja, tetapi juga melibatkan perencanaan, pembuatan anggaran, hingga mengatasi risiko yang mungkin terjadi. Ia menekankan bahwa pengeluaran tidak boleh lebih besar dari pendapatan, serta pentingnya mengatur uang dengan mengutamakan tabungan dan investasi sejak awal, bukan dari sisa uang yang tersisa.

Selain itu, ibu juga bertugas memastikan kesehatan keuangan keluarga berjalan dengan baik, seperti mengurus harta benda, menyiapkan uang cadangan, dan memastikan ada perlindungan terhadap risiko seperti asuransi. Tanpa pengelolaan yang disiplin, keluarga rentan menghadapi masalah yang bisa memengaruhi kondisi psikologis dan keharmonisan rumah tangga.

Dengan demikian, peran ibu sebagai “menteri keuangan” tidak hanya sekadar simbol, tetapi menjadi dasar penting dalam menjaga keseimbangan ekonomi keluarga, terutama di tengah perubahan ekonomi dan kemajuan teknologi.
Masa depannya, meningkatkan pemahaman tentang keuangan dan penggunaan teknologi menjadi faktor penting agar peran ini bisa berjalan lebih baik. Ketika ibu bisa mengelola uang dengan baik, tidak hanya keluarga menjadi lebih makmur, tetapi juga terbentuk ketahanan ekonomi yang lebih kuat mulai dari tingkat yang paling dasar dalam masyarakat.
Penulis: Soraya Isvandiari
Mahasiswa Universitas Pamulang









