5BERITA.COM, Malang — Dalam rangka pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2026, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kelompok 4 mengembangkan inovasi produk olahan berupa bolu kopi di Desa Argotirto, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan bolu kopi ini dilaksanakan pada Sabtu (14/02/2026) sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal desa, khususnya komoditas kopi yang selama ini hanya dijual dalam bentuk mentah atau diseduh sebagai minuman.
Program inovasi bolu kopi ini dilatarbelakangi oleh melimpahnya hasil perkebunan kopi di desa yang belum diolah secara maksimal menjadi produk bernilai tambah. Melihat peluang tersebut, 27 mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 4 berinisiatif menciptakan diversifikasi olahan kopi yang mudah dibuat, memiliki cita rasa khas, serta berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumahan masyarakat.
Sebelum memperkenalkan produk kepada warga, mahasiswa terlebih dahulu melakukan serangkaian uji coba (trial) pembuatan bolu kopi. Proses trial dilakukan beberapa kali untuk mendapatkan komposisi bahan yang tepat, menyesuaikan takaran kopi agar menghasilkan aroma yang kuat namun tetap disukai berbagai kalangan, serta memastikan tekstur bolu lembut dan stabil setelah dipanggang. Mahasiswa juga mengevaluasi teknik pencampuran adonan dan suhu pemanggangan agar menghasilkan kualitas produk yang konsisten. Tahapan ini menjadi penting agar produk yang disosialisasikan benar-benar siap untuk diaplikasikan oleh masyarakat.
Setelah melalui proses percobaan, mahasiswa mulai memperkenalkan bolu kopi kepada warga melalui kegiatan sosialisasi dan demonstrasi pembuatan. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan langkah-langkah pembuatan secara sederhana, mulai dari pencampuran bahan dasar, teknik pengolahan adonan, hingga proses pemanggangan. Warga terlihat antusias mengikuti kegiatan karena bahan yang digunakan mudah diperoleh dan cara pembuatannya relatif praktis untuk dilakukan di rumah.
Selain memberikan pelatihan, mahasiswa juga menunjukkan contoh hasil produksi yang telah dibuat sebelumnya. Produk bolu kopi yang dihasilkan memiliki aroma khas kopi dengan rasa manis yang seimbang, sehingga dapat dinikmati oleh semua usia, termasuk masyarakat yang sebelumnya tidak terbiasa mengonsumsi kopi secara langsung. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri karena kopi dapat diolah menjadi produk pangan yang lebih variatif dan ramah bagi berbagai kalangan.
Tidak berhenti pada tahap pelatihan, mahasiswa turut melakukan produksi terbatas sebagai bentuk implementasi nyata dari program tersebut. Dari hasil produksi awal, sebanyak 35 loyang bolu kopi berhasil dibuat dan diperkenalkan kepada masyarakat. Produk tersebut mendapat respons positif karena dinilai memiliki rasa unik serta berpotensi menjadi alternatif camilan khas desa.
Kegiatan ini juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai peluang usaha berbasis potensi lokal. Mahasiswa menjelaskan bahwa pengolahan kopi menjadi produk makanan dapat meningkatkan nilai jual dibandingkan hanya menjual hasil panen mentah. Dengan pengemasan yang menarik dan pemasaran sederhana, bolu kopi berpotensi menjadi salah satu usaha mikro yang dapat menambah pendapatan keluarga.
Melalui inovasi bolu kopi, mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dalam mengolah sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar. Program ini menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa dalam menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat.
Mahasiswa KKN UMM Kelompok 4 berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan oleh warga sebagai produk khas desa yang berkelanjutan, sehingga potensi kopi lokal tidak hanya dikenal sebagai hasil kebun, tetapi juga sebagai olahan bernilai ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.









