Mahasiswa KKN-T Undip Edukasi Pembuatan Komposter untuk Dukung Ketahanan Tanaman TOGA di Ngemplak Simongan

Mahasiswa KKN-T Undip Edukasi Pembuatan Komposter untuk Dukung Ketahanan Tanaman TOGA di Ngemplak Simongan
Mahasiswa Teknik Mesin Undip, Muhammad Hasan Al-fathin (KKNT Tim 8), mendemonstrasikan cara pembuatan komposter berbahan ember kepada warga RT 02 RW 07 Kelurahan Ngemplak Simongan, Semarang, Sabtu (18/1/2026)

5BERITA.COM, Semarang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Tim 8 Universitas Diponegoro, Muhammad Hasan Al-fathin, mahasiswa Teknik Mesin Undip dari Kelompok 3, melaksanakan kegiatan edukasi pembuatan dan penggunaan komposter kepada warga RT 02 RW 07 Kelurahan Ngemplak Simongan, Kota Semarang, Sabtu (18/1/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Bina Lingkungan Sehat dan Sejahtera yang diusung dalam pelaksanaan KKNT, sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yaitu kehidupan sehat dan sejahtera, melalui optimalisasi peran keluarga dalam penerapan pola hidup sehat.

Bacaan Lainnya

Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah organik rumah tangga sekaligus mendukung ketahanan tanaman obat keluarga (TOGA) yang telah dikembangkan oleh warga setempat. Edukasi dilakukan dengan memperkenalkan komposter sederhana berbahan ember, serta penggunaan EM4 dan molase sebagai aktivator dalam proses pengomposan.

Muhammad Hasan Al-fathin menjelaskan bahwa pengolahan sampah organik menjadi kompos merupakan solusi sederhana dan aplikatif bagi masyarakat. “Melalui komposter ini, sampah dapur dapat dimanfaatkan kembali menjadi pupuk organik yang berguna untuk menyuburkan tanaman, khususnya TOGA yang sudah ada di lingkungan warga,” jelasnya.

Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, wilayah RT 02 RW 07 memiliki potensi pengembangan TOGA yang cukup baik. Namun, kebutuhan pupuk organik secara berkelanjutan masih menjadi tantangan. Oleh karena itu, edukasi pembuatan komposter dinilai tepat untuk mendukung ketahanan tanaman sekaligus mengurangi volume sampah organik rumah tangga.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menyampaikan materi secara bertahap, mulai dari pemilahan sampah organik, fungsi EM4 dan molase dalam proses fermentasi, hingga cara perawatan komposter agar menghasilkan kompos yang optimal. Kegiatan ini juga disertai dengan praktik langsung sehingga warga dapat memahami proses pembuatan komposter secara lebih jelas dan mudah diterapkan.

Ketua RT 02 RW 07 Kelurahan Ngemplak Simongan menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKNT Undip. Menurutnya, edukasi pembuatan komposter ini sangat membantu warga dalam mengelola sampah organik sekaligus mendukung keberlanjutan tanaman TOGA di lingkungan sekitar.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga. Selain menambah pengetahuan, warga juga jadi lebih sadar bahwa sampah organik bisa dimanfaatkan kembali. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan diterapkan oleh warga,” ujarnya.

Antusiasme warga juga terlihat selama kegiatan berlangsung. Warga aktif mengikuti penjelasan, mengajukan pertanyaan, serta turut mengumpulkan sampah organik rumah tangga untuk dijadikan bahan kompos. Partisipasi aktif ini menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan.

Melalui kegiatan edukasi ini, mahasiswa KKNT Universitas Diponegoro berharap masyarakat dapat menerapkan pengolahan sampah organik secara mandiri dan berkelanjutan, sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, serta mendukung ketahanan tanaman TOGA sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Editor: Nur Ardi, Tim 5Berita.com

Pos terkait