5BERITA.COM, Tangerang — Peringatan Hari Kartini seharusnya tidak hanya menjadi agenda tahunan yang dipenuhi ucapan dan unggahan di media sosial. Lebih dari itu, momen ini perlu dijadikan pengingat bahwa perjuangan Kartini masih memiliki relevansi hingga sekarang. Semangat untuk memperoleh pendidikan yang layak, kesempatan yang setara, serta keberanian menyampaikan pendapat merupakan nilai yang masih perlu terus dijaga oleh generasi muda.
Melalui Talkshow Kartini’s Day yang diselenggarakan oleh Divisi Pendidikan dan Kebudayaan Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Pamulang (HMM-UNPAM) Kabinet Aksara Karsa periode 2026/2027, peserta diajak melihat bahwa makna emansipasi perempuan tidak berhenti pada sejarah. Tema “Bangkitnya Kartini Muda: Dari Kesetaraan Menuju Perubahan” menjadi pengingat bahwa kesetaraan bukan hanya tentang hak, tetapi juga tentang bagaimana setiap orang mampu memberikan kontribusi nyata di lingkungannya.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu, 25 April 2026 ini diikuti sekitar kurang lebih 250 peserta dari kalangan mahasiswa maupun masyarakat umum. Selain menjadi wadah berbagi ilmu, acara ini juga membuka ruang diskusi mengenai berbagai persoalan yang masih dihadapi perempuan di era modern. Kehadiran Hartina Hajar dari DP3AP2KB dan Alfiatul Firdha sebagai narasumber memberikan sudut pandang yang berbeda, namun saling melengkapi mengenai pentingnya kesetaraan gender dan peran generasi muda dalam menciptakan perubahan.

Menurut saya, salah satu hal yang menarik dari talkshow ini adalah pembahasannya yang tidak hanya berfokus pada perempuan. Diskusi juga menekankan bahwa kesetaraan gender membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk laki-laki. Selama ini masih banyak yang menganggap isu kesetaraan hanya menjadi urusan perempuan, padahal terciptanya lingkungan yang adil memerlukan kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat.

Pada akhirnya, semangat Kartini tidak cukup hanya dikenang melalui cerita sejarah. Nilai-nilai yang beliau perjuangkan perlu diwujudkan dalam tindakan sederhana, seperti saling menghargai, memberikan kesempatan yang sama, serta berani menyuarakan hal-hal yang membawa perubahan positif. Harapannya, kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi benar-benar mampu menginspirasi lahirnya generasi muda yang kritis, peduli, dan siap memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ketua Umum: Tamala Setiarini
Penanggung Jawab: Nayaka Sheridan Husain, Riffana Syaban Suherlan









