5BERITA.COM, Temanggung – Mahasiswa Universitas Tidar yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Kemloko, Kecamatan Tembarak, Kabupaten Temanggung, meresmikan bank sampah bertajuk “Bhumi Kemloko” pada Sabtu (31/01/2026) di Dusun Kemloko 1. Bank sampah ini diinisiasi sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah dan pola hidup bersih yang berdampak langsung pada kesehatan lingkungan serta pencegahan stunting.
Pendirian bank sampah tersebut dilatarbelakangi oleh rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah, sehingga berdampak pada penumpukan dan pengelolaan sampah yang kurang tepat. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas lingkungan dan kesehatan, terutama bagi ibu hamil dan balita yang rentan terhadap penyakit yang bersumber dari lingkungan.
Mahasiswa KKN Untidar berkolaborasi dengan pemerintah desa, kader kesehatan, PKK, dan masyarakat dalam melakukan sosialisasi serta pembentukan kepengurusan bank sampah. program ini berfokuskan pada edukasi pemilahan sampah sejak dari rumah, pengurangan praktik pembakaran dan pembuangan sampah sembarangan, serta kebiasaan perilaku hidup bersih di lingkungan tempat tinggal. Antusiasme warga dari Dusun Kemloko 1 sangat tinggi yang menandakan kesadaran menjaga kebersihan khususnya pengelolaan sampah semakin meningkat.
Selain berdampak pada kebersihan lingkungan dan kesehatan, bank sampah juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Sampah anorganik yang telah dipilah dapat dikumpulkan dan memiliki nilai jual, sehingga mampu menambah pendapatan rumah tangga serta meningkatkan motivasi warga untuk konsisten dalam memilah sampah sejak dari rumah.

Mahasiswa KKN Untidar melakukan koordinasi dan sosialisasi terkait bank sampah Sabtu (24/01/2026).
Ketua kelompok KKN Untidar Desa Kemloko, Anggit Three, menyampaikan bahwa bank sampah diposisikan sebagai sarana edukasi dan perubahan perilaku masyarakat. “Kami ingin membangun kesadaran bahwa pengelolaan sampah yang baik merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan keluarga, lingkungan yang bersih dan sehat sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak dan pencegahan stunting,” jelasnya.
Pendirian bank sampah “Bhumi Kemloko” menjadi langkah kecil dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 11 tentang Permukiman Berkelanjutan, serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Penanggung Jawab Program Bank Sampah Dusun Kemloko 1, Muhammad Sifak Baehaqi, menambahkan bahwa program ini menitikberatkan pada perubahan kebiasaan jangka panjang. “Bank sampah kami rancang sebagai pemicu perubahan pola hidup. Ketika masyarakat terbiasa memilah dan mengelola sampah dengan benar, risiko penyakit berbasis lingkungan dapat ditekan, sehingga secara tidak langsung mendukung pencegahan stunting,” ujarnya.
Dengan adanya struktur pengurus yang melibatkan masyarakat dan dukungan pemerintah desa, mahasiswa KKN Untidar berharap bank sampah di Dusun Kemloko 1 dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Program ini diharapkan menjadi contoh bahwa pencegahan stunting tidak hanya berfokus pada intervensi gizi, tetapi juga pada perbaikan lingkungan dan perubahan perilaku hidup masyarakat.
Penulis: Tim KKN Universitas Tidar









