5BERITA.COM, Jakarta — Di masyarakat, ikan salmon sering kali diagungkan karena kandungan omega-3 nya. Namun, ikan lokal seperti lele (Clarias sp.) memiliki potensi yang luar biasa dengan kandungan protein berkualitas tinggi. Berikut potensi lele sebagai ikan lokal yang tak kalah dengan salmon:

1. Kandungan protein: Sebagai zat pembangun
Protein merupakan komponen utama pada ikan, lele mengandung protein sekitar 18-19% dimana angka tersebut hampir setara dengan salmon budidaya. Ikan lele mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan seperti lisin dan leusin yang berfungsi untuk pertumbuhan, perbaikan jaringan tubuh, dan pembentukan sistem imun.
2. Asam lemak omega-3, 6, dan 9
Asam lemak omega 3, 6 dan 9 merupakan asam lemak esensial artinya tubuh tidak dapat memproduksinya sendiri sehingga harus didapatkan dari makanan. Ikan lele mengandung asam lemak esensial seperti asam lemak omega 3 yang terdiri dari asam linolenat, EPA, DHA dimana salah satu fungsi omega 3 (terutama DHA) adalah untuk mendukung fungsi otak. Ikan lele mengandung omega – 3 sekitar 0.2-0.5 gram per 100 gram, meskipun lebih rendah dari salmon (1.5 – 2.5 gram per 100 gram) angka ini masih dianggap baik untuk kategori ikan tawar. Ikan lele juga mengandung asam lemak omega -6 (asam linoleate) dan asam lemak omega 9 yang terdiri dari asam oleat, dan asam eikosenoat yang lebih tinggi dari ikan salmon.
3. Harga lebih murah
Perbedaan antara ikan lele dan salmon di pasar Indonesia sangan kontras dimana harga ikan salmon berkisar antara Rp. 250.000 – Rp.400.000/ kg sedangkan ikan lele segar dijual dengan harga berkisar Rp.25.000 – Rp. 35.000/ kg sehingga ikan lele dapat dijadikan pilihan untuk memenihi kebutuhan protein tanpa menguras kantong.
Kesimpulannya adalah lele tidak bisa lagi dipandang sebelah mata karena kandungan gizi lele yang sangat baik, hampir setara dengan salmon dengan harga yang jauh lebih murah menjadikan ikan lele sebagai pilihan yang tepat untuk dikonsumsi sehari-hari.
Sumber:
- Dick, J.R., Tocher, D.R. and Bell, J.G. (2014) ‘Nutritional quality of salmon products available from major retailers in the UK : content and composition of n-3 long-chain PUFA’, pp. 964–975. doi:10.1017/S0007114514001603.
- Pandiangan, M. et al. (2020) ‘Analisis Asam Lemak Omega 3 dan 6 pada Minyak Ikan Lele secara GCFID’, Jurnal Riset Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (RETIPA), 1(1), pp. 22–29.
- Ratnasari, D., Muhammad, F. and Lababan, J. (2021) ‘Pemanfaatan Pangan Lokal Lele Untuk Pembuatan Nugget’, 1(02), pp. 10–16.
Penulis: Anne Alfira Dwicahya Damayanti
mahasiswa pendidikan Profesi Dietisien Universitas Esa Unggul









