5BERITA.COM, SEMARANG — Penguatan ekonomi mikro terus didorong lewat pendekatan langsung di lapangan. Shafira Risky, mahasiswa KKN Tematik Universitas Diponegoro dari Program Studi Akuntansi Perpajakan, menginisiasi edukasi praktis bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) di wilayah Tembalang, Semarang. Fokus program ini menyasar PKL “Roti Gembong Aneka Rasa dan Fresh Drink Juice” milik Ibu Farida, yang menjadi mitra pelatihan pengelolaan stok dan pencatatan keuangan.
Shafira Risky, mahasiswa pelaksana KKN Tematik, menjelaskan bahwa edukasi terbagi dua: pelatihan mengelola stok bahan pangan secara efisien dan pelatihan pencatatan keuangan digital menggunakan Google Spreadsheets.
“Kami ingin pelaku usaha lebih tertib dalam mengelola bahan baku dan mencatat transaksi harian secara rapi agar bisnis mereka berkelanjutan,” jelasnya.
Pelatihan manajemen stok dilakukan dengan simulasi langsung memakai leaflet. Serta memperkenalkan sistem FIFO (First In First Out), yakni metode penggunaan stok berdasarkan urutan masuk, agar bahan yang lebih dulu dibeli tidak tertumpuk dan rusak. Ibu Farida mengaku metode ini membantu mencegah pemborosan dan menjaga kualitas produk.
“Biasanya saya cuma pakai feeling saja, mana yang habis ya dibeli lagi. Tapi sekarang saya jadi ngerti harus urut, biar nggak mubazir,” tutur Ibu Farida.
Di sisi lain, pencatatan keuangan harian diajarkan dengan menggunakan template digital sederhana yang berisi kolom pemasukan dan pengeluaran melalui Google Spreadsheets, dapat diakses dari ponsel maupun laptop.
Mahasiswa juga membuat poster panduan yang menjelaskan manfaat dan langkah penggunaan. “Sekarang saya bisa tahu mana uang belanja, mana uang jualan,” ujar Ibu Farida.
Program ini berlangsung sejak Mei hingga Juli 2025 dengan metode kunjungan dan pendampingan langsung. Edukasi dilakukan secara komunikatif agar mudah dipahami, terutama oleh pelaku usaha dari berbagai latar belakang.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Tematik Universitas Diponegoro tidak hanya memberi pengetahuan, tapi juga membentuk kebiasaan baru yang lebih tertib dan adaptif bagi PKL. Sebuah langkah kecil, tapi berdampak nyata dalam mendukung ekonomi lokal yang lebih kuat.









