5BERITA.COM, Kebumen – Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) pada hari Selasa (10/2/2026) menyelenggarakan kegiatan “Lokakarya UMKM: Pembuatan Produk Pangan, Pengemasan, Distribusi, dan Pemasaran Digital”.
Kegiatan bertempat di Balai Desa Caruban yang dihadiri oleh masyarakat yang mayoritas adalah pelaku UMKM Desa Caruban. Dalam pelaksanaannya, acara ini diisi oleh tiga pemateri dari tim KKN 56 UNS untuk memberikan materi terkait pembuatan produk pangan lokal, pengemasan, dan pemasaran produk secara digital.
Pelaku UMKM masih banyak menghadapi berbagai tantangan, mulai dari proses pembuatan produk pangan yang belum optimal, teknik pengemasan yang kurang menarik, hingga keterbatasan dalam distribusi dan pemasaran digital. Kondisi ini menyebabkan daya saing produk lokal belum maksimal, terutama di tengah perkembangan pasar yang semakin kompetitif dan berbasis teknologi. Mahasiswa KKN 56 UNS berinisiatif menyelenggarakan lokakarya UMKM untuk memberikan wawasan dan keterampilan praktis kepada pelaku usaha.
Materi pertama terkait pembuatan produk pangan lokal disampaikan oleh Ilhami Nabila Yusriah dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sebelas Maret. Pemateri menjelaskan cara pembuatan produk pangan lokal di Desa Caruban seperti tepung kacang hijau dan beras instan. Inovasi pengolahan pangan lokal di Desa Caruban diharapkan bisa meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Selanjutnya materi kedua mengenai proses pengemasan produk dipaparkan oleh Chairilina Hikma Hidayati dari Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret. Pemateri menjelaskan mulai dari fungsi kemasan, jenis-jenis kemasan sesuai karakteristik produk dan target pasar, serta komponen wajib yang harus tertera pada label kemasan. Keunikan produk juga perlu ditampilkan dengan menambahkan kutipan singkat produk (tagline) dan tata letak merk (tipografi).
“Supaya produk dikenal dengan budget yang lebih hemat, bisa ditempeli stiker, hand tag/gantungan, stempel custom, atau label yang diplester,” ujar penanggung jawab program kerja, Chairilina Hikma, dalam penyampaian materi (10/2/2026).
Materi terakhir terkait proses distribusi dan pemasaran digital dijelaskan oleh Fransiskus Ronald E. Sirait dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sebelas Maret. Pemateri memaparkan pentingnya pemasaran digital di era modern untuk meningkatkan daya saing pelaku UMKM. Melalui platform seperti Instagram, Facebook, TikTok, WhatsApp, Shopee, maupun Google Business, pelaku usaha dapat menjangkau konsumen secara lebih luas tanpa memerlukan biaya promosi yang besar.
Penyelenggaraan lokakarya UMKM diharapkan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha dalam pengembangan produk, pengemasan, dan pemasaran, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Kegiatan tersebut selaras dengan nilai SDGs (Sustainable Development Goals) 8, yakni Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Lokakarya UMKM mendukung peningkatan kapasitas pelaku usaha, membuka peluang kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.










