5BERITA.COM, PANTIANOM – Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro, Dini Liya Aryanti, menyelenggarakan sosialisasi pengelolaan penyimpanan gabah dan beras pascapanen bagi Kelompok Tani dan Pemerintah Desa di Balai Desa Pantianom pada Selasa (27/01/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk menyeragamkan standar penyimpanan mandiri di tingkat rumah tangga guna menjaga kualitas pangan dan meningkatkan nilai ekonomi hasil panen. Mengingat Desa Pantianom merupakan wilayah pertanian aktif, pemahaman mengenai dampak penyimpanan sangat penting untuk memastikan stok pangan warga tetap aman dan layak konsumsi dalam jangka panjang.
Dalam pemaparannya, Dini menjelaskan langkah-langkah teknis yang tertuang dalam buku saku panduan, seperti memastikan gabah dalam kondisi benar-benar kering sebelum disimpan. Berdasarkan referensi tersebut, para petani diedukasi untuk tidak meletakkan karung gabah langsung menyentuh lantai atau dinding guna menghindari kelembapan, serta pentingnya menjaga sirkulasi udara di ruang penyimpanan. Audiens yang hadir tampak sangat antusias menyimak penjelasan mengenai cara mendeteksi tanda-tanda penurunan kualitas beras, seperti munculnya bau apek, perubahan warna, hingga keberadaan hama serangga.

Dini Liya Aryanti menjelaskan bahwa penerapan teknik penyimpanan yang tepat merupakan solusi inovatif untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa. Disampaikannya bahwa dengan memahami cara pengelolaan pascapanen yang benar, warga diharapkan dapat mengurangi kerugian hasil panen sehingga pendapatan petani menjadi lebih stabil. Kegiatan ditutup dengan pembagian buku saku sebagai pedoman praktis bagi masyarakat dalam memantau kondisi stok pangan mereka secara rutin agar kualitasnya tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen.
Penulis : Dini Liya Aryanti (Manajemen dan Administrasi Logistik, Sekolah Vokasi)
DPL : Muhammad Arief Zuliyan S.IP., LL.M.
Lokasi KKN : Desa Pantianom, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan









