5BERITA.COM, Semarang — Pada hari Rabu, 4 Februari 2026 bertempat di Balai RW 10 Siroto telah dilaksanakan kegiatan praktik pembuatan pakan ayam dari fermentasi limbah organik rumah tangga yang diikuti oleh anggota Kelompok Tani Subur Makmur Siroto Kelurahan Gunungpati Kecamatan Gunungpati Kota Semarang.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta dalam memanfaatkan limbah rumah tangga seperti air cucian beras, sisa dapur, kulit buah, dan sayuran menjadi pakan ayam yang ekonomis.
Kegiatan diawali dengan penjelasan materi mengenai dampak negatif dari limbah organik yang tidak diolah, pentingnya kesadaran mengelola limbah rumah tangga, dan tahapan proses pembuatan pakan ayam dari limbah organik yang difermentasi. Selanjutnya, peserta melakukan praktik langsung dengan mencampurkan bahan-bahan yang telah disiapkan dan melakukan proses fermentasi secara sederhana.
Materi yang disampaikan Eny Maftuhah mengenai jenis limbah organik rumah tangga yang terdiri dari sisa makanan dan sisa dapur, yang apabila tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan bau tidak sedap akibat dari pembusukan oleh mikroorganisme. Bau tidak sedap mendatangkan lalat dan serangga lain yang dapat mengganggu kesehatan maupun kenyamanan manusia.
Fermentasi dapat dilakukan sebagai solusi untuk mengurangi bau tidak sedap, menghambat pembusukan, dan memperpanjang daya simpan pakan. Pembuatan pakan fermentasi dilakukan dengan memasukkan campuran air cucian beras sebanyak 1 liter dan molases sebanyak 1 sendok makan ke dalam wadah, kemudian ditambahkan sisa makanan atau limbah organik setiap harinya hingga penuh.

Limbah yang sudah terkumpul disaring, lalu dicampur dengan bekatul dan dimasukkan ke dalam wadah bertutup rapat agar terjadi proses fermentasi selama 3-7 hari. Pakan fermentasi yang berhasil beraroma asam segar, tidak berlendir, dan tidak berjamur. Pakan fermentasi dapat diberikan ke ternak dengan cara dicampurkan dengan pakan biasa dalam perbandingan 30:70.
Hal ini ditambahkan oleh Lilik Krismiyanto, S.Pt., M.Si. Bahwa bahan-bahan untuk membuat fermentasi limbah organik dapat ditemukan dengan mudah di lingkungan sekitar. Molases atau tetes tebu dapat diganti dengan gula pasir maupun gula merah yang berfungsi sebagai makanan untuk mikroorganisme fermentasi. Larutan air cucian beras dan molase digunakan untuk mencegah pembusukan sisa makanan saat dikumpulkan. Pakan fermentasi dapat disimpan dan tidak mengalami kerusakan selama 2 minggu.
Pemanfaatan pakan fermentasi ini mampu mengurangi volume limbah rumah tangga, menekan biaya pakan, serta mendukung sistem peternakan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Selain itu, pakan fermentasi berpotensi meningkatkan kesehatan pencernaan dan performa ternak apabila diberikan sesuai takaran dan manajemen yang tepat.
Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan ini dan aktif bertanya selama proses praktik berlangsung. Diharapkan melalui kegiatan ini, peserta dapat menerapkan pembuatan pakan ayam dari fermentasi limbah organik rumah tangga secara mandiri untuk mendukung peternakan skala rumah tangga sekaligus mengurangi limbah organik di lingkungan sekitar.
Kegiatan yang dilakukan oleh KKN Tematik 1 TIM 15 UNDIP 2026 dilaksanakan untuk mendorong masyarakat yang produktif dan mandiri dalam mendukung ketahanan pangan.









