Mahasiswa KKN-T UNDIP Gelar Edukasi Gizi Seimbang, Zat Besi, Protein Ikan, dan Kebersihan Lingkungan di Posyandu Desa Dersansari

Mahasiswa KKN-T UNDIP Gelar Edukasi Gizi Seimbang, Zat Besi, Protein Ikan, dan Kebersihan Lingkungan di Posyandu Desa Dersansari
Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Tim 100 berfoto bersama ibu-ibu posyandu di Dusun Dersan Kulon, Semarang. Acara ini merupakan bagian dari kegiatan edukasi mengenai gizi seimbang, pentingnya konsumsi ikan, peran zat besi, serta kebersihan lingkungan dengan metode 5S untuk mendukung kesehatan keluarga.

5BERITA.COM, Semarang — Mahasiswa KKN-T Tim 100 Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan sosial kemasyarakatan berupa edukasi mengenai gizi seimbang, konsumsi ikan sebagai sumber protein tinggi, pentingnya zat besi dan Kebersihan Lingkungan dengan Metode 5S di Posyandu Dusun Dersan Kulon, Desa Dersansari, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang.

Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan pelayanan rutin posyandu yang diadakan setiap bulan (05/08/2025). Sasaran utama kegiatan adalah ibu lansia, ibu hamil, dan ibu yang mendampingi balita, sehingga pesan edukasi dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mendukung kesehatan keluarga dan tumbuh kembang anak.

Bacaan Lainnya

Sesi pertama disampaikan oleh Deka Ingka Agustina, mahasiswa Teknologi Pangan, dengan topik “Gizi Seimbang Isi Piringku”. Dalam paparannya, Deka menjelaskan pentingnya memahami komposisi ideal makanan sehari-hari sesuai pedoman Isi Piringku.

Pedoman tersebut menekankan pembagian porsi makan yang seimbang dalam satu piring, yakni 50% terdiri atas sayur dan buah, 25% makanan pokok sebagai sumber karbohidrat, serta 25% lauk pauk sebagai sumber protein.

Ia juga menekankan pentingnya melengkapi pola makan dengan mengkonsumsi air putih yang cukup serta aktivitas fisik secara rutin. Edukasi ini diharapkan dapat membantu para ibu dalam menyajikan menu bergizi seimbang bagi keluarga, sehingga kesehatan dan kesejahteraan keluarga dapat lebih terjaga.

Sesi kedua dilanjutkan penyampaian oleh Muhammad Alfian Luthfi Pratama, mahasiswa Ilmu Kelautan, dengan topik “Ayo Makan Ikan, Anak Cerdas dan Sehat”. Dalam pemaparannya, Luthfi menjelaskan tentang pentingnya untuk mengkonsumsi ikan minimal 1-2 kali dalam seminggu.

Hal tersebut dikarenakan ikan merupakan sumber protein yang berkualitas tinggi serta mengandung asam lemak Omega-3 dan Omega-6 yang mampu meningkatkan kecerdasan anak. Luthfi juga menekankan bahwa mengkonsumsi ikan dapat mencegah berbagai kelainan pada anak seperti stunting (kerdil), alzheimer, dan juga penuaan kulit dini.

Selain itu, mengkonsumsi ikan juga dapat membantu mengobati penyakit kanker dan mengurangi resiko terjadinya serangan jantung. Edukasi ini bertujuan untuk mengajak para ibu agar menyajikan hidangan ikan pada keluarganya, mengingat banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh dari protein dan asam lemak yang terkandung di dalam ikan.

Sesi selanjutnya disampaikan oleh Ayu Istiqomah, mahasiswa Kimia, dengan topik “Peran Zat Besi dalam Pertumbuhan Anak di Posyandu: Upaya Pencegahan Anemia dan Dukungan Tumbuh Kembang Optimal”. Dalam paparannya dijelaskan bahwa zat besi berfungsi dalam pembentukan hemoglobin, mendukung perkembangan otak, serta menjaga daya tahan tubuh. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia yang ditandai dengan tubuh lemas, pucat, dan menurunnya konsentrasi.

Peserta juga diberikan informasi tentang sumber zat besi dari pangan hewani maupun nabati serta tips sederhana agar penyerapan lebih optimal, seperti mengonsumsi vitamin C dan mengurangi kebiasaan minum teh atau kopi setelah makan. Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran ibu-ibu posyandu untuk menyajikan menu bergizi seimbang bagi keluarga.

Sesi yang terakhir penyampian oleh Sunny Maelona Siri, Mahasiswa Teknik Industri. Konsep 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) merupakan panduan sederhana untuk menciptakan lingkungan yang bersih, rapi, dan sehat.

Penerapan 5S dimulai dari Seiri dengan memilah alat atau barang dan menyingkirkan yang tidak terpakai agar tidak menumpuk. Seiton diterapkan dengan menata peralatan sesuai kategori dan memberi label agar mudah ditemukan. Seiso menekankan kebiasaan membersihkan lingkungan dan perlengkapan sebelum maupun sesudah digunakan, sementara Seiketsu mendorong perawatan rutin melalui jadwal kebersihan dan pengecekan fasilitas agar tetap berfungsi dengan baik.

Tahap terakhir, Shitsuke, membentuk kedisiplinan dan kesadaran diri untuk selalu menjaga kerapian dan kebersihan, termasuk membiasakan hadir tepat waktu dan mengembalikan peralatan ke tempatnya. Penerapan 5S ini tidak hanya memudahkan aktivitas, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan dan kenyamanan bersama.

Editor: Nur Ardi, Tim 5Berita.com

Pos terkait