5BERITA.COM, GROBOGAN — Sebagai bentuk edukasi lingkungan kepada masyarakat, kegiatan sosialisasi bertema “Bijak Kelola Sampah melalui Pemanfaatan Biopori di Desa Sugihmanik” telah sukses dilaksanakan oleh Kelompok 2 Tim KKNT IDBU 69 Universitas Diponegoro pada tanggal 5 Agustus 2025 di Desa Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan.
Kegiatan ini diawali dengan pemaparan mengenai dasar-dasar hukum lingkungan yang mengatur pengelolaan dan pengolahan sampah, dengan fokus pada pengolahan sampah organik rumah tangga menggunakan teknologi biopori yang ramah lingkungan.
Para peserta yang terdiri dari kader posyandu seluruh pos di Desa Sugihmanik tampak antusias mengikuti sesi penjelasan materi. Materi mengenai manfaat biopori dalam mengurangi timbunan sampah organik sekaligus meningkatkan daya serap air tanah menjadi perhatian utama.
Penjelasan tersebut dilengkapi dengan demonstrasi langsung pembuatan lubang resapan biopori di halaman balai desa, yang dipandu oleh tim fasilitator.
Antusiasme masyarakat semakin terlihat saat sesi pendataan minat pembuatan biopori dibuka. Banyak peserta menyampaikan keinginan untuk membuat biopori di rumah masing-masing.
Namun, karena keterbatasan alat dan tenaga pendamping, tim melakukan pendataan peminat sesuai dengan alokasi kuota yang telah disesuaikan dengan sumber daya yang tersedia.
Pendataan ini menjadi langkah awal untuk tindak lanjut pelaksanaan pembuatan biopori di lingkungan peserta secara bergiliran.
Ketua Kader Posyandu Desa Sugihmanik, Ibu Sri Rahayu, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini.
“Terima kasih atas ilmu yang diberikan, kegiatan ini benar-benar membuka wawasan kami para kader posyandu dan memberikan solusi yang tepat bagi permasalahan sampah di masyarakat,” ungkap beliau.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju lingkungan desa yang lebih sehat, bersih, dan sadar akan pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang transfer pengetahuan, tetapi juga membangun semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan desa. Banyak peserta yang menyampaikan bahwa kegiatan ini membangkitkan kesadaran kolektif untuk mulai melakukan pengelolaan sampah dari rumah sendiri.
Terlihat bahwa edukasi yang disampaikan secara langsung dan aplikatif berhasil menggugah kepedulian warga terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan melalui langkah sederhana seperti biopori.
Sebagai tindak lanjut, tim pelaksana akan berkoordinasi dengan perangkat desa dan para kader posyandu untuk menyusun jadwal pelaksanaan pembuatan biopori di rumah warga yang telah terdata. Pelibatan aktif warga dalam proses ini diharapkan dapat menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama.
Kegiatan ini juga membuka peluang bagi pengembangan program lingkungan serupa di masa depan, agar Desa Sugihmanik semakin siap menghadapi tantangan pengelolaan sampah secara mandiri dan berkelanjutan.
Penulis: Dita Aditama Dewi









