5BERITA.COM, SEMARANG – mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) yang berlokasi di Tembalang, Semarang, gencar melaksanakan program kerja halalisasi produk UMKM.
Inisiatif ini digagas untuk membantu UMKM meningkatkan kepercayaan dan kredibilitas melalui jaminan sertifikat halal yang dapat membangun kepercayaan konsumen.
Refa Ega, salah satu mahasiswa dari Jurusan Peternakan yang terlibat dalam program ini, menjelaskan bahwa mahasiswa berperan sebagai fasilitator. “Kami membantu pelaku usaha untuk mendapatkan sertifikat halal,” ungkap Refa.
Ia menambahkan, program ini menargetkan 24 sertifikat halal, di mana masing-masing dari 6 mahasiswa KKN bertanggung jawab untuk membantu 4 pelaku usaha. Diantaranya adalah, Rino Fransuella (Hukum), Refa Ega (Peternakan), Nur Aisah (Biologi), Aurora Fara (Biologi), Ryannanda Augusta Budi Dewangga (Hukum), Ryannanda Augusta Budi Dewangga (Hukum), dan Sekar Irmasari (Teknologi Pangan).
Hingga saat ini, tim KKN sudah mendekati lebih dari 50 pelaku usaha, dan setelah disortir, sekitar 30 di antaranya menyatakan minat dan ingin produknya dihalalkan. Refa Ega juga menyebutkan bahwa latar belakang waktu berjualan para pelaku usaha sangat bervariasi, dari yang baru 1 hari hingga yang sudah lebih dari 1 tahun.
Mekanisme yang dijalankan cukup terstruktur. Mahasiswa bertugas membantu mengisi data-data yang diperlukan untuk halalisasi. Setelah data lengkap, berkas diserahkan kepada “pendamping” dari Kementerian Agama untuk diproses lebih lanjut. Refa memastikan bahwa proses ini dibantu oleh kementerian.
Kegiatan observasi, monitoring dan kontrol dilakukan secara bertahap dimulai sejak akhir Juli 2025 hingga proses sertifikat halal turun.
Meski demikian, ada beberapa kendala yang dihadapi mahasiswa di lapangan. “Kendala yang saya alami mungkin pelaku usahanya memberikan informasinya diundur-undur terus,” kata Refa.
Selain itu, ada juga tantangan dari segi mekanisme, di mana beberapa pelaku usaha masih menggunakan bahan baku yang belum bersertifikat halal.
Upaya mahasiswa KKN ini mendapat apresiasi dari Rais Nur Latifah, dosen UIN Walisongo Semarang yang bertindak sebagai pendamping tim halal. “Saya sangat bangga mengetahui teman-teman KKN sudah mau menginisiasi program halalisasi yang sejalan dengan program dari BPJPH dan percepatan sertifikasi halal,” ujar Ibu Rais.
Ia berharap, dengan bantuan mahasiswa ini, lebih banyak UMKM yang sadar akan pentingnya sertifikasi halal, sehingga konsumen merasa bahagia, aman, nyaman, dan percaya terhadap produk yang dibeli.
Dengan proker halalisasi ini, mahasiswa KKN UNDIP membuktikan peran nyata mereka dalam mendukung perekonomian lokal. Inisiatif ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk bersama-sama membangun ekosistem bisnis yang sehat dan berdaya saing di masa depan.









