Jeriko Silalahi di Pusat Garis Temu BJBJ Hadirkan Tokoh Panutan dan Bangkitkan Industri Kreatif Kota Balikpapan

IMG_5321-1

BALIKPAPAN — Di tengah geliat perkembangan Kota Balikpapan sebagai salah satu pusat pertumbuhan di Kalimantan Timur, ruang-ruang dialog bagi generasi muda menjadi kebutuhan yang semakin penting. Kesadaran inilah yang melatarbelakangi terselenggaranya Pusat Garis Temu BJBJ, sebuah kegiatan yang digelar pada Sabtu, 26 Agustus 2023, dan menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif untuk mendorong regenerasi industri kreatif di kota minyak tersebut.

Kegiatan ini menghadirkan dua figur yang telah lama dikenal masyarakat Balikpapan sebagai panutan, yakni Ir. H. Ahmad Basir, tokoh profesional dan penggerak berbagai sektor pembangunan, serta Rizal Effendi, Wali Kota Balikpapan ke-10 yang dikenal luas atas kontribusinya dalam pembangunan kota. Kehadiran keduanya menjadi magnet tersendiri bagi para pengunjung, khususnya kalangan muda yang memenuhi lokasi acara.

Bacaan Lainnya

Dalam suasana diskusi yang cair dan terbuka, Ir. H. Ahmad Basir membagikan kisah perjalanan hidup dan kariernya. Ia menekankan bahwa pencapaian yang diraih hari ini merupakan hasil dari proses panjang yang penuh tantangan. Tidak ada jalan pintas dalam meraih keberhasilan, terlebih di dunia industri kreatif yang menuntut konsistensi, ketekunan, dan keberanian untuk memulai dari nol.

Menurut Ahmad Basir, banyak generasi muda yang memiliki ide besar, namun kerap ragu untuk melangkah karena takut gagal. Padahal, setiap keberhasilan selalu berawal dari langkah kecil yang dilakukan secara berulang dan sungguh-sungguh. Ia mendorong anak muda Balikpapan untuk tidak menunggu sempurna, melainkan berani bergerak dan belajar dari proses.

Diskusi kemudian berkembang pada isu industri kreatif yang dinilai memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi sekaligus ruang ekspresi anak muda. Ahmad Basir menilai, kreativitas tidak hanya soal karya, tetapi juga soal mentalitas bertahan dalam proses panjang yang tidak selalu mudah.

Jeriko Silalahi di Pusat Garis Temu BJBJ Hadirkan Tokoh Panutan dan Bangkitkan Industri Kreatif Kota Balikpapan

Sementara itu, Rizal Effendi dalam kesempatan yang sama menyampaikan pesan kuat kepada generasi muda agar tidak tertinggal dalam persaingan yang semakin terbuka. Ia menegaskan bahwa industri kreatif merupakan jalur positif yang dapat menjadi alternatif masa depan, asalkan dijalani dengan disiplin dan tanggung jawab.

Rizal Effendi juga mengingatkan pentingnya menjauhi aktivitas yang bertentangan dengan hukum dan nilai-nilai sosial. Menurutnya, kreativitas harus diarahkan pada hal-hal produktif yang memberi manfaat, baik bagi diri sendiri maupun bagi kota Balikpapan secara luas. Ia menilai, anak muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah wajah kota ke depan.

Tidak hanya diisi dengan diskusi dan pemutaran film, kegiatan cafe Pusat Garis Temu BJBJ juga diramaikan dengan nonton bersama pertandingan sepak bola Indonesia melawan Vietnam. Momen ini menciptakan suasana kebersamaan yang kuat, ketika sorak sorai pengunjung memenuhi area acara, menandakan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang intelektual, tetapi juga ruang sosial yang menyatukan.

Penyelenggara kegiatan menyampaikan bahwa cafe Pusat Garis Temu BJBJ dirancang bukan semata-mata untuk mencari keuntungan, melainkan sebagai wadah promosi karya kreatif anak muda Balikpapan. Melalui kegiatan ini, karya film dan produk kreatif lokal mendapat ruang untuk diperkenalkan kepada publik yang lebih luas.

Lebih jauh, kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi lintas daerah, khususnya antara pelaku industri kreatif di Balikpapan dan Makassar. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas jejaring, meningkatkan kualitas karya, serta memperkuat posisi industri kreatif lokal di tingkat nasional.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, panitia menyatakan bahwa seluruh keuntungan dari kegiatan Pusat Garis Temu BJBJ disalurkan 100 persen kepada panti asuhan yang membutuhkan. Langkah ini menegaskan bahwa industri kreatif tidak hanya berbicara tentang karya dan ekonomi, tetapi juga tentang nilai kemanusiaan dan solidaritas.

Di penghujung acara, penyelenggara menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh tamu undangan dan pengunjung yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Ucapan selamat ulang tahun juga disampaikan kepada Rizal Effendi, disertai apresiasi kepada para pemenang doorprize yang menambah semarak suasana.

Melalui Pusat Garis Temu BJBJ, Balikpapan kembali menunjukkan bahwa ruang dialog, inspirasi, dan kolaborasi adalah kunci untuk menyiapkan generasi muda yang kreatif, tangguh, dan berdaya saing. Sebuah langkah kecil yang diharapkan mampu melahirkan dampak besar bagi masa depan industri kreatif kota ini.

Sebagai ketua acara, Jeriko Silalahi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya Pusat Garis Temu BJBJ yang dinilainya melampaui ekspektasi. Ia menyebut kegiatan perdana ini menjadi bukti bahwa ruang dialog dan kolaborasi kreatif sangat dibutuhkan oleh generasi muda Balikpapan.

“Saya sangat berterima kasih dan bersyukur. Ini adalah acara perdana yang kami gagas, dan ternyata responsnya luar biasa. Acara berjalan hidup, diskusinya bermakna, dan antusiasme pengunjung benar-benar terasa,” ujar Jeriko Silalahi.

Jeriko menilai kehadiran dua tokoh panutan, Ir. H. Ahmad Basir dan Rizal Effendi, menjadi nilai tambah yang sangat penting bagi kegiatan ini. Menurutnya, kehadiran langsung para tokoh tersebut memberikan energi, motivasi, dan legitimasi moral bagi generasi muda yang sedang mencari arah dan inspirasi.

“Kehadiran dua tokoh panutan ini adalah kehormatan besar bagi kami. Mereka tidak hanya hadir, tetapi juga berbagi pengalaman dan pesan yang sangat membangun. Ini menjadi motivasi kuat bagi anak-anak muda Balikpapan untuk terus berkarya,” katanya.

Jeriko Silalahi di Pusat Garis Temu BJBJ Hadirkan Tokoh Panutan dan Bangkitkan Industri Kreatif Kota BalikpapanIa juga menegaskan bahwa Cafe Pusat Garis Temu BJBJ sejak awal dirancang sebagai ruang yang inklusif, terbuka, dan berdampak. Bukan sekadar acara seremonial, melainkan wadah pertemuan ide, karya, dan nilai-nilai sosial yang diharapkan dapat berkelanjutan ke depan.

“Tujuan utama kami bukan keuntungan. Kami ingin menciptakan ruang yang bermanfaat, mempromosikan industri kreatif lokal, dan pada saat yang sama menghadirkan nilai kemanusiaan. Karena itu, seluruh hasil kegiatan ini kami salurkan untuk panti asuhan,” tutur Jeriko.

Jeriko berharap kegiatan di Cafe Pusat Garis Temu BJBJ dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi ekosistem kreatif baru di Kota Balikpapan, sekaligus membuka jalan kolaborasi lintas daerah dan lintas generasi.

Editor: Nur Ardi, Tim 5Berita.com

Pos terkait