Dukung SDGs dari Desa, Mahasiswa KKN UNS Perkuat Literasi Pangan Anak Desa Dibal

Dukung SDGs dari Desa, Mahasiswa KKN UNS Perkuat Literasi Pangan Anak Desa Dibal
Mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret bersama anak-anak Desa Dibal usai pelaksanaan kegiatan edukasi literasi pangan bertema Isi Piringku dan keamanan pangan, sebagai bagian dari upaya pembimbingan masyarakat sejak dini dan dukungan terhadap pencapaian SDGs.

5BERITA.COM, Boyolali — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan kegiatan Penguatan Literasi Pangan Anak-Anak Desa melalui Edukasi Isi Piringku dan Keamanan Pangan Berbasis Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Desa di Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada hari Sabtu (24/01/2026).

Kegiatan ini berfokus pada pengenalan konsep Isi Piringku dan prinsip keamanan pangan sebagai bentuk pembimbingan masyarakat sejak usia dini sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Bacaan Lainnya

Program edukasi tersebut secara khusus berkontribusi pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan pengetahuan dasar anak-anak mengenai gizi seimbang dan keamanan pangan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat setempat.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif agar materi mudah dipahami oleh anak-anak. Mahasiswa KKN menyampaikan materi tentang komposisi gizi seimbang dalam satu piring makan, pentingnya konsumsi pangan yang aman, serta kebiasaan memilih makanan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Penyampaian materi dikemas melalui diskusi ringan, tanya jawab, dan contoh-contoh pangan yang dekat dengan keseharian anak-anak desa.

Selama kegiatan berlangsung, anak-anak menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif menyampaikan pengalaman makan sehari-hari, menyebutkan jenis makanan yang sering dikonsumsi di rumah, serta berdiskusi mengenai kebiasaan jajan. Interaksi ini menjadi bagian penting dari proses pembelajaran, karena anak-anak tidak hanya menerima materi secara satu arah, tetapi juga diajak membangun pemahaman berdasarkan pengalaman mereka sendiri.

Penanggung jawab program kerja, Bagus Tri Oxtavianto Wibowo, menjelaskan bahwa edukasi pangan sejak dini merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran jangka panjang. “Literasi pangan perlu dikenalkan sejak anak-anak karena pada fase ini kebiasaan mulai terbentuk. Melalui pendekatan sederhana dan dekat dengan keseharian mereka, kami berharap anak-anak dapat memahami pentingnya makan sehat dan aman, lalu menerapkannya di rumah,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan sesaat, tetapi juga pada proses pembimbingan yang berkelanjutan. “Program ini kami rancang sebagai bentuk pendampingan awal. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh anak-anak dapat menjadi bekal dasar dalam membentuk pola konsumsi yang lebih baik ke depannya,” tambah Bagus.

Pengurus masjid At-Taqwa Desa Dibal, Pak Wakhid, turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai pembimbingan kepada anak-anak desa perlu dilakukan secara bertahap dan konsisten. “Anak-anak ini masih sangat mudah diarahkan. Kalau sejak kecil sudah dikenalkan makanan sehat dan aman, itu akan menjadi kebiasaan sampai mereka dewasa,” ujar Pak Wakhid.

Ia juga menyampaikan bahwa lingkungan masjid dan desa merupakan ruang strategis untuk kegiatan pembinaan anak-anak. “Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga tempat belajar. Edukasi seperti ini sangat tepat dilakukan di lingkungan yang sudah akrab bagi anak-anak,” tambahnya.

Lebih lanjut, Pak Wakhid menyebutkan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi memberikan dampak positif bagi desa, terutama dalam memperluas wawasan anak-anak. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan generasi muda desa.

Kegiatan edukasi literasi pangan ini menjadi salah satu bentuk implementasi peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi lintas sektor, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai gizi dan keamanan pangan, tetapi juga memperkuat kemitraan antara kampus dan desa dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia.

Pembimbingan sejak usia dini dipandang sebagai langkah strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Dengan memahami pentingnya pangan yang sehat dan aman, anak-anak diharapkan mampu membangun kebiasaan konsumsi yang lebih baik serta berkontribusi dalam menciptakan lingkungan keluarga dan masyarakat yang lebih sadar gizi.

Melalui kegiatan KKN ini, mahasiswa UNS berkontribusi langsung dalam upaya pencapaian SDGs di tingkat lokal. Edukasi pangan yang dilakukan di Desa Dibal menjadi bagian dari proses pembangunan berkelanjutan yang dimulai dari desa, dengan harapan dapat menciptakan generasi yang lebih sehat, berpengetahuan, dan memiliki kesadaran terhadap kualitas pangan dalam kehidupan sehari-hari.

Editor: Nur Ardi, Tim 5Berita.com

Pos terkait