5BERITA.COM, SEMARANG – Auryn Puan Karina, mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro yang tergabung dalam program KKN IDBU 22 UNDIP, menginisiasi program pelatihan branding dan digitalisasi untuk kelompok seni Kuda Lumping Turonggo Tunggak Semi di Jurang Blimbing. Program ini dilaksanakan pada Minggu (10/08/2025). Program ini bertujuan untuk memperkenalkan seni budaya lokal ke khalayak yang lebih luas.
Auryn menjelaskan bahwa program ini dilatarbelakangi oleh observasinya bahwa branding Kuda Lumping masih kurang dikenal masyarakat secara luas. “Orang-orang tahunya cuma ada kuda lumping di CFD, tapi tidak tahu namanya, ceritanya, sejarahnya, atau informasi terkait lainnya,” ujar Auryn. Oleh karena itu, ia berinisiatif untuk memberikan pelatihan tentang apa saja yang dibutuhkan untuk media sosial dan website guna meningkatkan branding mereka.
Program pelatihan ini berfokus pada penguasaan media sosial dan pemberian wawasan terkait pembuatan website sederhana. “Berangkat dari masalah yang saya temukan, saya mengangkat program kerja pelatihan branding medsos Kuda Lumping Turonggo Tunggak Semi ini dan juga memberi insight terkait website sederhana,” tambahnya.
Auryn juga menggagas untuk membuat sites sederhana yang bisa diakses secara umum di media sosial Kuda Lumping Turonggo Tunggak Semi nantinya, berikut akses sites yang berisi informasi terkait Kuda Lumping Turonggo Tunggak Semi, turonggotunggaksemi.carrd.co
Selama menjalankan program, Auryn sempat menghadapi kendala. Ia awalnya khawatir tidak ada peserta yang bersedia dilatih. Namun, kekhawatiran tersebut sirna setelah ia bertemu dengan Lena, pengurus media sosial Kuda Lumping Turonggo Tunggak Semi.
Lena, yang masih duduk di bangku SMP, ternyata telah berinisiatif membuat dan mengelola media sosial untuk kelompok tersebut. Minat dan kemahiran Lena dalam mengelola media sosial menunjukkan adanya potensi lestarinya seni kuda lumping, karena masih ada anak muda yang memiliki ketertarikan kuat terhadap seni budaya tradisional.
Dengan adanya sosialisasi dari Auryn, pengelolaan media sosial Lena diyakini akan semakin teroptimalisasi.
Dengan adanya program ini, diharapkan kelompok Kuda Lumping Turonggo Tunggak Semi bisa memiliki eksistensi yang lebih kuat di ranah digital, sehingga seni dan budaya mereka dapat dikenal lebih luas dan terus berkembang.









