Ubah Limbah Jadi Berkah, Mahasiswa KKN UPGRIS Sulap Bonggol Jagung Jadi Briket di Desa Branjang

Ubah Limbah Jadi Berkah, Mahasiswa KKN UPGRIS Sulap Bonggol Jagung Jadi Briket di Desa Branjang
Proses praktik pembuatan briket arang dari limbah bonggol jagung yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Tematik UPGRIS Kelompok 22 bersama warga Desa Branjang.

5BERITA.COM, Kabupaten Semarang – Limbah bonggol jagung yang selama ini terbuang percuma di Desa Branjang, Kecamatan Ungaran Barat, kini disulap menjadi sumber energi alternatif yang bermanfaat. Melalui program kerja tim KKN Tematik Kelompok 22 dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), limbah pertanian tersebut berhasil diolah menjadi briket arang ramah lingkungan.

Pelatihan pembuatan briket ini diinisiasi oleh Divisi Kesehatan dan Lingkungan KKN UPGRIS dan dilaksanakan bersama warga pada Kamis, 2 Oktober 2025. Program ini bertujuan mengurangi limbah bonggol jagung pascapanen sekaligus mengenalkan potensi energi terbarukan yang bisa diproduksi mandiri oleh masyarakat.

Bacaan Lainnya

Proses pembuatan briket dimulai dengan mengumpulkan bonggol jagung kering, lalu dibakar dalam drum tertutup untuk proses pengarangan (pirolisis). Setelah menjadi arang, bonggol ditumbuk hingga halus, dicampur dengan perekat alami dari tepung tapioka, kemudian dicetak menjadi briket.

Ehza, penanggung jawab program, menjelaskan bahwa inovasi ini mudah dilakukan oleh warga.
“Alat yang kami gunakan sangat sederhana dan bisa ditemukan di sekitar kita. Kami ingin menunjukkan bahwa mengelola limbah tidak harus rumit. Bonggol jagung yang tadinya hanya jadi sampah, dengan sedikit teknologi sederhana bisa berubah menjadi bahan bakar untuk memasak,” ujarnya.

Warga tampak antusias mengikuti setiap tahap, dari proses pembakaran hingga pencetakan briket. Mereka melihat langsung bagaimana limbah yang biasanya hanya dibakar atau dibiarkan membusuk kini bisa bernilai guna.

Ibu Sri, salah seorang warga, mengaku mendapat pengalaman baru dari kegiatan ini.
“Baru tahu saya kalau bonggol jagung bisa dijadikan arang. Biasanya ya cuma jadi sampah. Kalau bisa bikin sendiri lumayan, bisa mengurangi beli gas atau kayu bakar,” tuturnya.

Melalui program ini, tim KKN UPGRIS berharap dapat mengurangi volume sampah pertanian sekaligus menyediakan alternatif energi yang lebih ekonomis dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Branjang.

Editor: Nur Ardi, Tim 5Berita.com

Pos terkait