5BERITA.COM, KENDAL – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap kondisi darurat medis di kawasan wisata Arenan Kalikesek, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Integrasi Desa Binaan Universitas Diponegoro (IDBU UNDIP) Tim 13 melaksanakan kegiatan pelatihan Basic Life Support (BLS) di Desa Sriwulan, Dusun Kalikesek.
Kegiatan ini terfokus pada kawasan Wisata Arenan Kalikesek, salah satu destinasi wisata alam yang kian ramai dikunjungi. Dengan peningkatan jumlah pengunjung, risiko kecelakaan atau insiden medis seperti pingsan, tersedak, jatuh, hingga serangan jantung mendadak juga ikut meningkat.
Melihat urgensi tersebut, mahasiswa KKN-T IDBU UNDIP menggandeng kader desa untuk menjadi garda terdepan dalam penanganan pertama pada kegawatdaruratan medis melalui pelatihan BLS.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Abdullah Ahmad Thoif, mahasiswa kedokteran yang bertugas di Desa Sriwulan, dengan peserta pelatihan terdiri atas kader Desa Sriwulan dan Dusun Kalikesek. Pendampingan dilakukan secara langsung oleh mahasiswa yang memiliki latar belakang di bidang kesehatan.
Pelatihan ini diselenggarakan pada tanggal 28 Juli 2025, di balai Desa Sriwulan bertepatan dengan program kerja mahasiswa KKN-T selama masa pengabdian di Desa Sriwulan.
Salah satu kader dari Dusun Kalikesek, Ibu Kamirah, menyampaikan antusiasmenya,
“Kami sangat terbantu dengan pelatihan ini. Sekarang kami jadi tahu apa yang harus dilakukan kalau ada pengunjung yang pingsan atau sesak napas tiba-tiba di lokasi wisata,” ujarnya.
Pelatihan dilaksanakan melalui pemberian materi edukatif, demonstrasi praktik, dan simulasi langsung. Peserta diberikan penjelasan teori terlebih dahulu, seperti pertolongan pingsan, serangan jantung, tersedak, serta evakuasi darurat, lengkap dengan praktik langsung seperti Resusitasi Jantung Paru (RJP) dan penggunaan ambu bag.
Materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami serta pendekatan yang interaktif agar peserta lebih terlibat aktif.
Dengan semangat “Bersama Siaga, Bersama Selamat”, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk desa wisata yang tidak hanya indah secara alam, tetapi juga tangguh dalam aspek keselamatan pengunjung.









