5BERITA.COM, BANTAENG — mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 67 Universitas Hasanuddin melaksanakan program edukasi “CIPTA” Cuci Tangan Pakai Sabun, Sehatkan Jiwa Raga Anak Kayu Loe di SDN 71 Kassi-Kassi dan SDN 54 Binamungan, Desa Kayu Loe, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai teknik mencuci tangan dengan sabun yang tepat.
Mencuci tangan pakai sabun merupakan kebiasaan sederhana namun memiliki peran besar dalam mencegah penularan penyakit seperti diare, ISPA, dan infeksi kulit. Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), diperkirakan sekitar 100 ribu anak di Indonesia meninggal setiap tahunnya akibat diare. WHO juga mengungkapkan bahwa praktik mencuci tangan dengan sabun dapat menurunkan risiko diare hingga 47%.
Program CTPS dilaksanakan pada 29 Juli dan 31 Juli 2025 dengan sasaran siswa kelas 1 sampai dengan kelas 6. Jumlah peserta yang terlibat adalah 52 siswa dari SDN 71 Kassi-Kassi dan 38 siswa dari SDN 54 Binamungan. Rangkaian kegiatan meliputi pre-test, penyampaian materi interaktif, demonstrasi 6 langkah CTPS, praktik langsung oleh siswa, serta post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Selain itu, mahasiswa juga membagikan tisu basah sebagai media pengingat dan reward bagi peserta. Kegiatan ini dirangkaikan juga dengan pemasangan poster di sekolah.
Penanggung jawab kegiatan, Aurelia Aqila, menjelaskan bahwa edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) penting untuk membentuk kebiasaan hidup bersih sejak dini. “Kami berharap anak-anak tidak hanya menerapkan CTPS di sekolah, tetapi juga di rumah, sehingga dapat melindungi diri dan keluarga dari berbagai penyakit,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah dan masyarakat Desa Kayu Loe. Pendanaan berasal dari swadaya mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 67. Keberhasilan kegiatan diukur melalui adanya peningkatan skor pengetahuan dari pre-test ke post-test.









