Suara Angin Menjadi Suara Harapan Anak Rembun, Mahasiswa KKN-T Undip Tim 15 Membuat Lonceng Angin Jepang dari Barang Bekas di TPQ Rembun

Suara Angin Menjadi Suara Harapan Anak Rembun, Mahasiswa KKN-T Undip Tim 15 Membuat Lonceng Angin Jepang dari Barang Bekas di TPQ Rembun
Dokumentasi bersama anak-anak TPQ rembun setelah kegiatan membuat lonceng angina Jepang selesai (12/07/2025)

5BERITA.COM, PEKALONGAN – Desa Rembun, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, dikenal sebagai desa yang religius, di mana aktivitas mengaji menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari warga Desa Rembun, terutama anak-anak yang antusias mengikuti kegiatan TPQ setiap harinya. Lingkungan yang asri dan hamparan sawah yang mengelilingi TPQ Rembun di mana tempat pembinaan rohani anak-anak desa.

Dengan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yaitu Riris Tiani, S.S., M.Hum., Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum., dan Dr. Nailul Fauziyah, S.Psi., M.Psi., Psikolog. mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja kreatif dan inspiratif di TPQ Rembun, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan pada Sabtu (12/07/2025).

Bacaan Lainnya

Dengan mengajak anak-anak untuk mencintai alam sekitar, memanfaatkan barang-barang bekas untuk membuat Fūrin atau lonceng angin khas Jepang. Tidak hanya pemberdayaan lingkungan, anak-anak TPQ berkesempatan mengenal kebudayaan Jepang sekaligus pendekatan nilai spiritual kepada anak-anak TPQ.

Kegiatan ini dilakukan bersama para siswa siswi TPQ Rembun dengan melibatkan mereka langsung dalam proses pembuatan lonceng angin dari tutup gelas plastik, manik-manik bekas, karton, dan tali bekas.

Selain menjadi kerajinan tangan, Fūrin tersebut juga dijadikan media untuk menuliskan harapan, target ibadah atau amalan, dan cita-cita yang ingin mereka capai, seperti khatam Al-Qur’an, salat tepat waktu, dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Inspirasi dari lonceng angin Jepang ini diambil karena Fūrin sering kali melambangkan harapan baik dan doa untuk masa depan dalam budaya Jepang. Dengan menggabungkan nilai budaya tersebut dengan semangat religius di TPQ, program ini diharapkan dapat memberikan pengalaman baru yang bermakna bagi anak-anak.

Kegiatan ini mendapatkan sambutan positif dari para pengajar dan anak-anak TPQ Rembun. Salah satu ustadz yang mengajar di sana, Kang Takim, menyampaikan apresiasinya, “Saya ucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa karena telah memberikan materi yang bermanfaat. Anak-anak sangat senang dengan materi yang di ajarkan. Terima kasih banyak”.

C:\Users\ASUS\AppData\Local\Packages\5319275A.WhatsAppDesktop_cv1g1gvanyjgm\TempState\E8225C0D3F6C94B352FE73AF1F66737D\WhatsApp Image 2025-07-21 at 20.03.46_3f53595d.jpg
mahasiswa KKN-T UNDIP mengajarkan pembuatan lonceng angin Jepang dari barang bekas dan menulis target ibadah atau amalan kepada anak-anak TPQ Desa Rembun (12/07/2025)

Program kerja ini menjadi bukti kontribusi mahasiswa KKN-T Undip dalam memberikan inovasi edukatif di masyarakat. Selain meningkatkan kepedulian lingkungan dan nilai religius anak-anak, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara mahasiswa dengan warga desa Rembun.

Dengan semangat kolaboratif dan kreatifitas yang tinggi, Kamiliya Azrina Puzari Dewi selaku anggota mahasiswa KKN-T TIM 15 berharap kegiatan ini dapat terus dikenang dan memberikan dampak positif, baik bagi TPQ Rembun maupun masyarakat sekitar.

Editor: Nur Ardi, Tim 5Berita.com

Pos terkait