5BERITA.COM, PEKALONGAN — Suasana Balai Desa Rembun pagi itu berbeda dari biasanya. Tawa kecil dan obrolan hangat terdengar di antara para ibu hamil yang berkumpul bukan hanya untuk pemeriksaan rutin, tapi untuk mengikuti sesi edukatif yang membahas sesuatu yang jarang disentuh: bagaimana membangun komunikasi emosional dengan janin sejak dalam kandungan.
Adalah Refine Nur Angela, mahasiswa Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro, yang menginisiasi program “Stimulasi Prenatal: Sentuhan Pertama yang Bermakna” sebagai bagian dari pengabdiannya dalam KKN-T IDBU Undip Tim 15 Kelompok 6. Di bawah bimbingan dosen pendamping lapangan — Riris Tiani, S.S., M.Hum., Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum., dan Dr. Nailul Fauziyah, S.Psi., M.Psi., Angela mengajak para ibu membangun koneksi emosional dengan janinnya melalui pendekatan yang lembut, ilmiah, dan aplikatif.
“Kehamilan bukan hanya proses biologis, tetapi juga momen penting untuk membangun ikatan batin yang akan menjadi pondasi tumbuh kembang anak ke depan,” ungkap Angela dalam pembukaan edukasinya.


Kelas ini membahas lima bentuk stimulasi prenatal — sentuhan, suara, gerakan, emosi, dan gizi — yang semuanya dapat dilakukan dengan sederhana di rumah. Tak sekadar teori, para peserta juga diajak praktik langsung: dari memainkan musik lembut, pijatan ringan di perut, menulis jurnal rasa syukur, hingga mengucapkan afirmasi positif yang diyakini memberi ketenangan bagi janin.
Respons para ibu? Sangat antusias.
“Saya tidak menyangka bahwa bicara lembut ke perut, atau menyentuh perut sambil tersenyum, bisa berdampak bagi bayi. Saya merasa lebih tenang dan yakin menjalani kehamilan ini,” ujar salah satu peserta.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan psikologi komunitas yang dilakukan Angela dalam mendukung kesehatan mental ibu hamil di pedesaan — hal yang kerap terabaikan dalam pelayanan dasar. Banyak ibu yang sebelumnya merasa cemas, kurang percaya diri, bahkan tidak tahu bagaimana cara “berinteraksi” dengan calon bayi mereka.
Melalui pendekatan yang komunikatif dan humanis, Angela menghadirkan edukasi yang bukan hanya informatif, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan kebahagiaan para ibu selama masa kehamilan.
“Kami tidak hanya ingin memberi pengetahuan, tetapi juga menghadirkan pengalaman emosional yang menyentuh. Ketika ibu merasa dihargai, didengar, dan terhubung dengan bayinya, maka itu menjadi bekal luar biasa bagi keluarga yang sehat dan kuat,” tambah Angela.
Program ini sejalan dengan tema besar KKN-T IDBU Tim 15 Undip: “Pengembangan UMKM Melalui Teknologi Digital dan Kebudayaan sebagai Upaya Pengentasan Kemiskinan Menuju Desa Kreatif di Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan.” Meski berasal dari bidang psikologi, kontribusi Angela memperkuat bahwa pengembangan desa kreatif tidak hanya lewat ekonomi, tapi juga lewat kesehatan jiwa dan keluarga yang harmonis sejak dini.
Edukasi ini menegaskan bahwa pembangunan manusia dimulai sejak dalam kandungan — dan seorang ibu, dengan segala emosinya, punya peran sentral sebagai jembatan cinta pertama bagi generasi yang akan datang.
Dengan pendekatan yang tulus, sederhana, dan berdampak, Angela membuktikan bahwa mahasiswa KKN bukan hanya agen perubahan, tetapi juga penggerak harapan dari hal-hal paling mendasar: sebuah sentuhan, sebuah afirmasi, dan cinta yang tumbuh dari rahim seorang ibu.









