5BERITA.COM, Temanggung – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tidar menggelar workshop pengolahan minyak jelantah menjadi sabun bersama kader PKK Desa Kemloko, Kecamatan Tembarak, Kabupaten Temanggung, Sabtu (24/1/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya edukatif mahasiswa dalam mendorong pengelolaan limbah rumah tangga yang lebih ramah lingkungan.
Workshop tersebut dilatarbelakangi oleh permasalahan umum yang sering dijumpai di lingkungan rumah tangga, yakni pembuangan minyak goreng bekas secara sembarangan. Minyak jelantah yang tidak dikelola dengan baik berpotensi mencemari lingkungan, menurunkan kualitas tanah, serta menyumbat saluran air. Melalui kegiatan ini, Tim KKN Untidar menghadirkan solusi sederhana dan aplikatif dengan mengolah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat.
Sebagai bentuk solusi, mahasiswa KKN Universitas Tidar mengadakan pelatihan pembuatan sabun dari minyak jelantah dengan melibatkan 24 kader PKK Desa Kemloko. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengurangi limbah rumah tangga, tetapi juga menumbuhkan kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan bahan yang sebelumnya dianggap tidak berguna.
Bahan yang digunakan dalam pembuatan sabun meliputi minyak jelantah, air, soda api, serta metallic powder sebagai pewarna. Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan tahapan pembuatan sabun secara bertahap, mulai dari proses penyaringan minyak, pencampuran bahan, hingga pencetakan sabun. Selain praktik langsung, peserta juga memperoleh edukasi mengenai dampak limbah minyak jelantah terhadap lingkungan serta peluang pemanfaatan sabun sebagai produk usaha rumahan.
Anggit Three Haryanto selakau ketua kelompok KKN dalam workshop tersebut mengungkapkan “Tujuan yang pertama dari kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan kepada warga terkait pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku pembuatan sabun. Kedua dikarenakan UMKM di sini masih dominan dalam pengolahan hasil pertanian sehingga kami bermaksud untuk mengembangkan produk UMKM dengan pembuatan sabun dari minyak jelantah, sehingga dapat dimanfaatkan oleh warga untuk dijual dan mendapat tambahan penghasilan.”
Ibu Kepala Desa Kemloko turut mengapresiasi kegiatan tersebut dan menilai program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kegiatan pelatihan ini menambah pengalaman, khususnya bagi ibu-ibu PKK, untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus memperoleh keterampilan baru. Kami berharap ilmu yang didapat hari ini dapat terus dipraktikkan ke depannya,” tuturnya.
Kegiatan workshop ini mendapat sambutan positif dari 24 kader PKK Desa Kemloko, para peserta tampak antusias dan aktif mengikuti setiap tahapan pelatihan. Salah satu peserta workshop juga mengungkapkan antusiasmenya mengikuti kegiatan tersebut. “Seru dan menambah pengalaman. Biasanya minyak bekas hanya dibuang, ternyata bisa diolah menjadi sabun yang berguna,” ujarnya.
Tim KKN Universitas Tidar berharap kegiatan workshop pengolahan minyak jelantah ini tidak hanya menambah pengetahuan masyarakat, tetapi juga mampu mendorong kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah secara bijak. Program ini menjadi salah satu wujud kontribusi mahasiswa KKN Untidar dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan berbasis edukasi, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat









